Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Rumah Warga Getas Semarang Diserbu Lalat, Diduga Berasal dari Peternakan Ayam Broiler

Figur Ronggo Wassalim • Rabu, 26 Maret 2025 | 21:43 WIB

 

Lalat menyerbu pemukiman warga Getas Gunungpati Semarang saat panen tiba. (Dokumen Warga Getas)
Lalat menyerbu pemukiman warga Getas Gunungpati Semarang saat panen tiba. (Dokumen Warga Getas)

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sudah seminggu ini, warga Getas yang berada di Kelurahan Nongkosawit dan Kelurahan Cepoko Kecamatan Gunungpati, Semarang mengeluhkan banyaknya lalat di lingkungan mereka.

Lalat tersebut diduga warga berasal dari peternakan ayam broiler yang ada di wilayah tersebut.

 

Salah seorang warga Getas, Joko S menceritakan, setiap panen ayam, lalat selalu menyerbu di pemukiman warga.

Apalagi setelah ditelusuri, sistem kandang menggunakan sistem koloni.

Menurutnya, peternakan ayam yang berada di Nongkosawit tersebut memiliki cara merawat yang berbeda yakni dengan sekam.

Sehingga, kotorannya jatuh ke tanah dan menimbulkan lalat.

"Jorok sekali, mas, karena saya lihat di Kandri tertata rapi, ini parah, mas," katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (26/3).

Selain itu, kapasitas kandangnya sangat banyak ayam broiler, yakni 90 ribu ayam ditempatkan di satu lokasi di tiga kandang secara koloni.

Dari kejadian itu, banyak warga yang terdampak. Yakni banyak yang mengeluhkan diare dan mengganggu aktivitas warga.

"Di sekitar warung, termasuk warung saya sembako, sayur-sayuran terkena lalat yang membludak ini. Apalagi kalau malam lampu dimatikan, tidak bisa tidur karena lalatnya menyerang," jelasnya.

Ia mengeluhkan karena perangkat kelurahan sudah ke sana, tetapi belum ada tindakan. "Bahkan di truk pengangkut ayam pun banyak lalatnya, mas," jelasnya.

Joko berharap peternakan ayam harusnya memperhatikan lingkungan sekitar.

Sementara itu, Lurah Nongkosawit, Al Choiri, mengungkapkan sebelumnya, pada Desember lalu, pernah dilakukan mediasi.

Salah satu hasilnya, peternak ayam diakomodir dengan paguyuban peternak ayam.

"Biar peternak ayam terakomodir dengan baik, dari panen dan merawatnya," jelasnya.

Dari hasil survei di lapangan, adanya lalat yang menyerang pemukiman karena saat panen, kandang tersebut disemprot. Sehingga, lalat berterbangan ke pemukiman.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang dan Dinas Pertanian Kota Semarang.

"Solusi terdekatnya, kami berkoordinasi dengan peternak ayam untuk meminta obat desinfektan supaya diberikan ke masyarakat, barusan dapat lima botol obat dari peternak ayam untuk berikan kepada warga yang terdampak di Getas," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya meminta pengisian kandang akan dihentikan sementara sampai dengan proses mediasi dilaksanakan pada Bulan April besok.

"Karena ini kan ternak terbesar, pada Bulan April, kita mediasi dan koordinasi dengan dinas terkait bersama tokoh masyarakat dan pemilik peternakan, sehingga ada solusi terbaiknya," tandasnya.

Sementara itu, Plt Camat Gunungpati, Al Frida Very Sanavel menambahkan terkait dengan merebaknya kembali lalat di wilayah tersebut, pihaknya mengunjungi peternakan tersebut. 

Beberapa hasil didapatkan, yakni ada beberapa kandang yang sedang memasuki masa panen. Selain itu, proses panen dan pembersihan kandang sudah dilaksanakan sesuai dengan SOP.

Selanjutnya, musyawarah dengan para peternak untuk menyepakati waktu yang sama saat memasuki masa memasukkan bibit akan diselenggarakan kembali di bulan April oleh para peternak.

"Selain itu, TPS yg ada disekitar kandang sudah dilaksanakan penutupan dan proses pembersihan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang," ungkapnya. (fgr/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#broiler #peternakan ayam #LALAT