RADARSEMARANG.ID, Semarang - Menjelang Idul Fitri, berbagai UMKM turut mendapatkan berkah. Mereka kebanjiran orderan bahkan meningkat drastis.
Salah satunya pesanan bandeng duri lunak atau bandeng presto di UD Putri Laut, Kampung Sentra Bandeng RW III, Jalan Purwosari Raya, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Suhartono. Menjelang Hari Raya Idul Fitri, pesanan bandeng meningkat tiga kali lipat.
Terlihat beberapa karyawan tengah memasak bandeng duri lunak. Panci presto menguap, sehingga menunggu hingga dingin.
Mereka menyiapkan pesanan yang telah didinginkan dan menvacum, serta mempacking sesuai ukuran.
Terlihat seorang pedagang mengambil bandeng yang diproduksi oleh Suhartono. "Saya ambil disini dan jual kembali, mas.
Karena pesanan bandeng yang saya produksi tidak memadai," ujar salah seorang pedagang, Uswah.
Suhartono yang merupakan pelaku UMKM bandeng sejak 2002. Memproduksi bandeng presto vakum berukuran 280 - 340 gram, 340 - 420 gram, hingga per kilogram. Selain itu, produk bandeng lainnya, yakni otak-otak bandeng, dan pepes bandeng.
Adapun prosesnya adalah diawali dengan penerimaan bahan baku. Kemudian dilakukan pencucian dan penimbangan.
Setelah itu, pelumuran bumbu terhadap 20 kilogram bandeng yakni Garam 500 gram, bawang putih 50 gram, kunyit 50 gram, Jahe, Serai, daun salam, daun jeruk, lengkuas dan air.
Setelah itu, pemasakan. Kemudian pendinginan, dan pengemasan. Setelah semua proses selesai, dilakukan pengemasan. Dilanjutkan vakum dan penyimpanan.
Produk lainnya yang merupakan olahan ikan di antaranya, crispy series, seperti udang crispy, baby fish, wader crispy, stick duri bandeng, dan stik cumi. Ada juga abon ikan bandeng, tahu bakso, dan lumpia ia produksi.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri ini, produksi Bandeng Presto meningkat tiga kali lipat. "Otomatis dengan libur lebaran, baik mudik maupun arus balik membawa buah tangan khas Semarang, yakni Bandeng Presto," jelasnya.
Pihaknya harus stok jauh-jauh hari. Karena petani bandeng libur lebaran. Biasanya menjelang seminggu lebaran produksi bisa lebih dari 2 kwintal.
"Biasanya 1 kwintal sehari, kalau menjelang lebaran lebih dari 2 kuintal, kami vakum semua bandeng yang telah diproduksi, sehingga bisa bertahan dua bulan," jelasnya.
Pihaknya hanya menjual dan melayani konsumen saat Hari Raya Idul Fitri. Pihaknya menyesuaikan harga, karena harga bahan baku ikut naik.
Per dus nya naik Rp 5 ribu, yang biasa harganya Rp 30 ribu jadi Rp 35 ribu, untuk per kilogramnya semula Rp 90 ribu jadi Rp 100 ribu, itu berlaku 27 Maret - 5 April 2025. “Tenaga kerja diberikan bonus setengah dari honor per harinya,” akunya.
Meskipun produksi bandeng prestonya sama dengan bandeng-bandeng presto terkenal lainnya, dan kualitas SNI, karena posisinya di Tambakrejo dan masuk ke dalam kampung.
Tantangan berupa banjir, dan kurangnya promosi kepada konsumen. "Semoga tidak banjir," tambahnya. (fgr/fth)
Editor : Baskoro Septiadi