Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pejuang Nafkah! Pedagang Pasar di Semarang Ini Tetap Berjualan Meski Dikepung Banjir

Sulistiono • Kamis, 6 Februari 2025 | 21:32 WIB

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Hujan tak kunjung henti mengguyur kota Semarang sejak Rabu malam (5/2/2025) hingga kamis (6/2/2025) menghambat aktivitas warga.

Banjir terpantau sejak tadi malam merendam wilayah Kaligawe, Genuk, Muktiharjo, Mangkang, sebagian Bangetayu, Trimulyo, Terboyo, Tlogosari hingga Tambaklorok. Ketinggian air banjir antara 10 cm-60 sentimeter. 

Tak hanya merendam jalanan, banjir juga menggenangi pemukiman warga seperti di perumahan Genuk Indah, Sendang Indah, sebagian Tlogosari, Tambaklorok, Trimulyo, Kaligawe, Ngablak Muktiharjo hingga Mangkang. 

Banjir juga menyebabkan kemacetan parah khususnya di Jalan Raya Kaligawe hingga Sayung.

Bahkan ekor kemacetan di jalan raya Sayung, sudah sampai di pertigaan Terboyo akibat genangan banjir dan rob di Sayung. 

Banjir yang merendam sebagian wilayah kota Semarang khususnya di kecamatan Pedurungan, Genuk, Semarang Timur dan Mangkang, juga membuat aktivitas perekonomian warga terganggu. 

Banyak toko dan warung yang terpaksa menutup usahanya, karena lokasi tempat mereka jualan terendam banjir sejak rabu malam hingga kamis siang. 

"Ya percuma mas dibuka warungnya, siapa yang mau beli kesini, karena jalannya banjir lumayan jeru, orang jadi mikir mau jajan ke sini. Ini saya nungguin warung, jaga-jaga barang biar gak hanyut kena banjir," tutur Rondiah, pemilik warung di daerah Genuk. 

Sementara itu dua pasar yakni pasar Bangetayu dan pasar Genuk dari pantauan RadarSemarang.ID juga terlihat lengang, aktivitas jual beli di kedua pasar itu tak seramai biasanya,jika kondisi cuaca normal. 

"Sepii mas, dari tadi pagi sampe siang mboten wonten sing tumbas, mau ditutup koq yo eman-eman, dah dari tadi pagi"cetus Cuktiah,pedagang bumbu dapur di pasar Bangetayu. 

Kondisi serupa juga terjadi di pasar Genuk, meski dikepung banjir disekitar pasar, namun para pedagang tetap semangat mencari cuan.

Kondisi seperti ini menurut mereka sudah biasa dialami bertahun-tahun.

Baca Juga: Cuaca Buruk, 20 Pohon di Semarang Tumbang

"Ini gak terlalu seberapa, tahun lalu malah hujan dua hari dua malam to mas, banjirnya lebih parah, ya kita tetap jualan. Kecuali kalau pasarnya tenggelam sak genteng, baru kita gak jualan hehe," tutur Supangat, pedagang santan dan kelapa sembari terkekeh. 

Para pedagang berharap kondisi cuaca kembali normal, sehingga akvitas perdagangan di pasar kembali ramai, karena pembeli tak waswas dengan banjir maupun angin kencang yang menerpa belakangan ini. (sls/bas)

Meski banjir merendam sebagian area pasar Bangetayu, namun pedagang tetap berjualan,walau kondisi sepi pembeli. (Sulistiono)
Meski banjir merendam sebagian area pasar Bangetayu, namun pedagang tetap berjualan,walau kondisi sepi pembeli. (Sulistiono)
Editor : Baskoro Septiadi
#BANJIR #kaligawe #Sayung