RADARSEMARANG.ID, Semarang- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa penjualan LPG 3 kg atau gas melon lewat pengecer atau warung bakal dilarang mulai 1 Februari 2025.
Sejumlah warga didaerah mulai menyerbu pangkalan gas elpiji 3 kg resmi Pertamina, dengan menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera di KTP.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari mengatakan saat ini sebanyak hampir 63 juta Nomor Induk Kependudukan (NIK) telah terdaftar dalam sistem MAP, dengan perincian, Rumah tangga: 53,7 juta NIK, Usaha mikro: 8,6 juta NIK, Petani/nelayan sasaran: 50.000 NIK, Pengecer: 375.-000 NIK.
Pemerintah memastikan bahwa jumlah pasokan LPG 3 kg tidak mengalami perubahan dan tetap sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan.
masyarakat bisa mengecek lokasi Pangkalan Agen LPG 3 Kg Terdekat dengan cara membuka laman https://subsiditepatlpg.mypertamina.id/infolpg3kg. (dit/bas)
Berikut daftar pangkalan resmi gas elpiji 3 kg di beberapa wilayah Kota Semarang:
- PT. Sapta Putra Utama: Jl. Peres Semarang
- PT. Sumber Alam Murni: Jl. Sugiyopranoto Sj Semarang
- PT. Tika Wijoseno Jaya: Jl. Krakatau VIII Semarang
- PT. Wahyu Patra Utama: Jl. WR. Supratman Semarang
- PT. Nakula Sadewa Putra: Jl. Cendrawasih Semarang
- PT. Lamora Patra Jaya: Jl. Lamongan Raya Semarang
- Ir. Hermawati, MM: Jl. Ciliwung Semarang
- PT. Retno Srikandi Putri: Jl. S. Parman Semarang
- Budi Harsono: Jl. Sugiyopranoto Sj Semarang
- PT. Sabdono Putra: Jl. Padepokan Ganeca Blok C Semarang
- PT. Dwi Umbul Gede: Jl. WR. Supratman Semarang
- KOPANA: Jl. Barito - Cimanuk V Semarang
- PT. Sedia Sakti: Jl. Sadewa Utara Semarang
- PT. Tirta Hanjana Mulya: Jl. Sompok Semarang Region