RADARSEMARANG.ID, Semarang - Hari kedua program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 4 Semarang berjalan lancar.
Siswa merasakan menu berbeda dari hari pertama. Menunya berupa telur dadar, tempe goreng, sayur sop, nasi putih, serta buah pepaya dan semangka.
Salah seorang siswa, Salsabilla Cahya Hidayah kelas XI menyatakan porsi yang diberikan dalam MBG ini bagi perempuan sudah cukup. Namun, tidak bagi niswa laki-laki.
"Untuk perempuan itu sudah cukup, sedangkan kalau cowo-cowo bilang masih kurang sedikit porsinya," katanya Ketua OSIS ini.
Lauknya sendiri, lanjutnya, untuk rasa ayamnya sudah pas. Sedangkan untuk sayurannya agak hambar. Ia menyarankan agar diberikan tambahan garam.
Meski begitu, baginya cukup mengenyangkan serta cukup memenuhi gizi, ada unsur protein, karbohidrat, dan vitamin.
Ia berharap ke depannya ada tambahan susu seperti program yang selama ini digaungkan.
"Masih ada yang kurang 4 sehat saja, 5 sempurnyanya nggak ada, nggak ada susu. Ke depan harapannya ada susunya," tambahnya.
Di sisi lain, ia sangat menyukai program ini karena membantu para pelajar hemat.
Sementara itu Kabid Pembinaan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Sunarto mengatakan, dalam pantauannya, program ini berjalan lancar. Paket makanan datang pukul 12, tepat saat jam istirahat sekolah.
Menurutnya anak-anak tampak senang saat menerima makanan tersebut. Termasuk karena menu hari ini berbeda dengan kemarin.
"Hari ini kami amati menunya berbeda dengan hari kemarin. Ada variasi menu, yang membuat anak-anak senang dan harapan kami menunya bervariasi. Saya tanya ke beberapa siswa termasuk ukuran porsi nasinya gimana, kurang tidak? Tidak, pas katanya. Rasanya enak," tuturnya.
Adanya program ini, ia berharap MBG menjadi benar-benar akan memberi dampak terhadap anak-anak.
Terutama untuk konsentrasi belajarnya bisa lebih meningkat, menangkap mata pelajaran dengan baik, motivasi belajar anak meningkatkan karena terjamin.
"Sehingga tidak berpikir harus jajan lagi, tapi sudah bisa makan makanan yang gizinya terukur," tandasnya. (ifa/bas)
Editor : Baskoro Septiadi