RADARSEMARANG.ID, Semarang - Seorang pelajar SMP di daerah Kecamatan Gunungpati Semarang ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar tidur rumah neneknya.
Remaja tanggung ini nekat mengakhiri hidupnya lantaran tidak terima ditegur usai ketahuan pesta miras Gunungpati, di daerah Ngijo, Kecamatan Gunungpati.
"Iya, korban bernama K, umurnya 15, pelajar SMP kelas 8 di Gunungpati," ungkap Kapolsek Gunungpati, Kompol Agung Raharjo, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (6/1/2025).
Kapolsek membeberkan, korban bersama teman-temannya sempat menenggak minuman miras di rumah neneknya, Sabtu (4/1/2025).
Informasi yang diperoleh, temannya tersebut adalah RVS, 15, dan EAPP, 15, yang keduanya juga pelajar warga Gunungpati.
Ketika sedang menenggak miras, mereka dipergoki kerabatnya. Kemudian ditegur dan mereka membubarkan diri.
Namun pihak orang tua korban yang berada di Kalimantan, pada akhirnya mendapat kabar perbuatan tersebut.
Setelah dimarahi orangtuanya, korban kemudian menceritakan kepada temannya pada esok malamnya, Minggu (5/1/2025) sekitar pukul 18.32.
Bahkan, sempat menceritakan permasalahannya dengan keluarga maupun orangtuanya.
"Korban WA sama saksi kalau korban ada masalah dengan keluarga, terkait minum-minuman di rumahnya. Kemudian dimarahi orang tuanya, dan bilang akan meninggalkan korban dirumah bersama kakek dan neneknya," bebernya.
Korban juga sempat menyampaikan kepada temannya akan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Namun sempat dicegah. Entah apa yang merasuki pikirannya, korban akhirnya ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar rumah neneknya, Minggu (5/1/2025) sekitar pukul 23.00.
Korban menggantung di kusen pintu kamar korban dengan menggunakan kain selendang milik korban.
Kali pertama yang mengetahui teman korban yang dicurhati dan mendatangi rumah korban dan menyampaikan ke keluarga korban. Namun saat dicek, korban sudah dalam gantung diri dan meninggal.
"Alat bukti di TKP Gantung diri pakai selendang diikatkan di kusen pintu kamar. Yang jelas itu si korban itu dampaknya minum minuman keras, ditegur terus gitu (gantung diri)," katanya.
Selanjutnya, kejadian ini dilaporkan ke Polsek Gunungpati, diteruskan ke Inafis Polrestabes Semarang, dan petugas kesehatan.
Selanjutnya dilakukan olah TKP dan tidak ditemukan tanda tanda kekerasan atau penganiayaan.
"Pihak orang tuanya menerima dan mengikhlaskan meninggalnya korban tidak menuntut apa apa, membuat surat pernyataan," pungkasnya. (mha/bas)
Editor : Baskoro Septiadi