RADARSEMARANG.ID, Semarang - Emil Elestianto Dardak, atau yang akrab disapa Emil Dardak membagikan pandangannya tentang peran teknologi dan pendidikan dalam menghadapi tantangan masa depan.
Adapun pandangan dari Mantan Bupati Trenggalek, Jawa Timur ini diutarakan Emil saat upacara pembukaan Pengenalan Akademik dan Kegiatan Mahasiswa (PAKEM) di Universitas Semarang (USM).
Emil menggarisbawahi pentingnya pemahaman terhadap teknologi, terutama Artificial Intelligence (AI), yang kini menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari.
"Kita dihadapkan dengan tantangan Artificial Intelligence atau biasa dikenal ChatGPT. Ini adalah realita masa kini," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (8/9).
Emil mencontohkan bagaimana teknologi AI dapat menggantikan beberapa tugas manusia, seperti merangkai laporan dan menyiapkan materi dengan lebih efisien.
Dia menekankan bahwa meskipun ada kekhawatiran tentang pekerjaan yang tergantikan oleh AI, teknologi juga memberikan peluang untuk meningkatkan produktivitas.
"Temen temen pasti takut? Apa senang? Bagus. Kita wajar takut karena pekerjaan kita diambil oleh mereka, tapi di sisi lain juga senang karena kita bisa memanfaatkan teknologi untuk lebih produktif," lanjut Emil.
Namun, ia juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap perkembangan AI yang semakin canggih dan mengingatkan mahasiswa untuk tetap memanfaatkan teknologi dengan bijaksana.
"Saya mulai khawatir karena Elon Musk yang katanya wanti-wanti AI malah mau bikin AI yang lebih canggih," ujarnya.
Emil juga merefleksi mengenai perjalanan kariernya. Dia mengungkapkan bahwa meskipun ia tidak pernah membayangkan menjadi Wakil Gubernur, perjalanan hidup membawanya ke posisi tersebut.
"Saya gak punya cita-cita jadi Wakil Gubernur dulu. Tapi jalan hidup mengantar kita kesana," ujar Emil.
Ia juga menambahkan bahwa meskipun ada anggapan bahwa seseorang yang ingin menjadi gubernur harus mengambil jurusan ilmu sosial, ia justru memilih ekonomi makro pada masa kuliahnya.
"Cita-cita saya seperti Sigit pramono, mantan Dirut BNI dan ketua Umum Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas). karena beliau salah satu ketua banker paling top di Indonesia. Tapi jalan hidup saya jadi bupati Trenggalek dan Wagub Jatim," ujar Emil.
Ia menambahkan bahwa kompetensi seperti memecahkan masalah, keberanian pengambilan risiko, dan kemampuan komunikasi adalah pengalaman penting yang harus dimiliki oleh mahasiswa.
Ia juga mengakui bahwa kualitas pendidikan di USM sangat baik dan ia masih merasa perlu untuk terus belajar dari dosen-dosen di sana.
"Kata kuncinya bahwa apa yang dipelajari hari ini penting sebagai bidang ilmu tapi kerangka berpikir jangan sampai terlewat," tegasnya. (den)
Editor : Agus AP