Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

22 Pelajar SMK dan 10 Mahasiswa Diamankan Buntut Kericuhan Demo di Balai Kota Semarang, Ini Rinciannya

Muhammad Hariyanto • Selasa, 27 Agustus 2024 | 21:45 WIB

 

Aksi unjuk rasa yang berakhir rusuh di depan Balai Kota Semarang, Jalan Pemuda Senin (26/8/2024).
Aksi unjuk rasa yang berakhir rusuh di depan Balai Kota Semarang, Jalan Pemuda Senin (26/8/2024).

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sebanyak 32 orang mahasiswa termasuk pelajar STM diamankan anggota Polrestabes Semarang.

Penangkapan ini terkait buntut insiden kericuhan demonstrasi di depan Kantor Balai Kota Semarang, dan Kantor DPRD Kota Semarang, Senin (26/8/2024) petang. 

"Buntut dari unjuk rasa yang terjadi kemarin siang sampai dengan malam hari yang kemudian kita lakukan upaya pembubaran sesuai dengan prosedur dan protap yang sudah ditentukan. Kita mengamankan 32 orang," ungkap Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (27/8/2024).

Kapolrestabes menyebutkan, rincian dari 32 orang yang diamankan terdiri dari 22 pelajar STM.

Kemudian ada 10 dari kalangan mahasiswa, dari berbagai perguruan tinggi di Kota Semarang yang ikut melakukan aksi demontrasi tersebut. 

"Ada 22 adik-adik SMK ini yang kita amankan kemudian pagi ini kita sudah komunikasikan untuk dijemput oleh orang tua dan pihak sekolah. Kemudian berikutnya ada 9 mahasiswa dari UIn, ada lima orang,  USM satu orang, Unissula satu orang, Unnes satu orang, Undip satu orang," bebernya. 

"Rincian 22 siswa SMK dari SMK Ungaran, SMK Tunas Patria Ungaran, SMK Garuda Nusantara Demak, SMK Bakti Nusantara Demak, SMK NU Ungaran, SMK 1 Guntur Demak, SMK 21 Demak, SMK 2 Demak, SMK Grobogan dan SMK 2 Kesatrian Semarang, SMK 5 Semarang dan SMK Dr Cipto," sambungnya. 

Irwan Anwar juga menyampaikan, telah melakukan komunikasi dengan LBH. Hal ini kaitannya pendampingan proses pemeriksaan. Sampai sekarang, mereka yang diamankan juga masih dalam pemeriksaan anggota Satreskrim Polrestabes Semarang. 

"Nanti akan kita lihat perkembangannya setelah pemeriksaan. Kalau aturannya kan anak-anak tidak boleh dimintai keterangan pada malam hari. Makanya kemudian kita menunggu dari orang tua, dari pihak sekolah untuk mendampingi proses pemeriksaan," jelasnya. 

Pemeriksaan sementara terhadap para pelajar tersebut, Kapolrestabes menyampaikan hanya ikut-ikutan melakukan aksi demonstrasi.

Namun demikian, kepolisian masih terus mendalami keterangan guna mengetahui fakta sebenarnya. 

"Pertanyaannya adalah bagaimana mereka dari Demak, Grobogan, puluhan sekolah itu bisa bergerak bersama menuju ke titik unjuk rasa. Itu yang jadi pertanyaan," tegasnya. 

"Dan mereka kita juga akan mendalami melalui informasi keterangan mereka, siapa yg menggerakkan. Nah ini seharusnya tidak perlu melibatkan anak dalam proses unjuk rasa. 22 sebagai siswa dan memang keterangan sementara mereka digerakkan alumni-alumni mereka," lanjutnya. 

Selain itu, juga akan melakukan pengembangan penyelidikan terkait koordinator aksi demontrasi.

Hal ini kaitannya kericuhan dengan perusakan hingga penyerangan terhadap aparat bertugas pengamanan demo di lokasi tersebut. 

"Koordinator aksi pasti itu akan kita arahkan proses penyidikan kesana siapa yang menggerakkan, memprovokasi siapa yang melakukan penyerangan hingga pengerusakan. Itu bukti sudah ada ditindaklanjuti paska hari ini," tegasnya. 

Terkait kericuhan dan penyerangan, Kapolrestabes juga menyampaikan adanya sejumlah petugas yang mengalami luka. Mereka juga telah mendapatkan perawatan medis di RSUP dr Kariadi Semarang. 

"Anggota cedera itu ada tujuh. Kemudian adik-adik mahasiswa ada belasan gas air mata. Pak Wakasatintel itu kena tombak sebelah pipi, kondisi sadar sudah diajak komunikasi. Kemarin dirawat di RSUP dr Kariadi," pungkasnya. (mha/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Polrestabes Semarang #demo ricuh #demo semarang