RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dua gangster Marwah dan Jerman terlibat tawuran di Semarang Utara Jumat (23/8/2024).
Ternyata keduanya sudah saling janjian untuk melakukan aksinya. Namun, jumlah dua gangster ini tidak saling sebanding ketika tawuran.
Kanitreskrim Polsek Semarang Timur, Iptu Kumaidi menjelaskan tawuran antar remaja kampung itu telah direncanakan.
Dua kelompok yang berasal dari Kuningan dan Bandarharjo ini juga telah membuat janjian untuk saling tawuran.
"Memang itu sudah direncakan, Kamis (22/8/2024) dari jam 19.00, sudah direncanakan bahwa ada tantang-tantangan untuk melakukan tawuran," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (23/8/2024).
Dua gangster tersebut bernama Jerman, kelompok dari Kampung Bandarharjo, tawuran dengan kelompok Marwah, wilayah Kampung Kuningan.
Keduanya saling tawuran sekitaran Jembatan Puskesmas Bandarharjo, menjelang subuh sekitar pukul 03.30.
"Dari (geng) Marwah itu ada 10 orang, geng Jerman ada 50 orang. Jumlahnya lebih banyak, ada 50 an orang, kemudian lawannya kan hanya 10, makanya mereka berkesempatan untuk lari, karena sudah ada korban yang meninggal itu," jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, dua orang dari kelompok Kampung Kuningan mengalami luka-luka. Keduanya sempat dilarikan ke RSUP dr Kariadi Semarang guna mendapatkan perawatan medis.
Nahas, nyawa satu orang tidak terselamatkan, alias meninggal, bernama Nov, 27. Tubuhnya bagian perut mengalami luka bacokan senjata tajam. Korban satunya, bernama Nik, 23, hanya mengalami hanya luka di tangan kiri.
"Korban meninggal satu, yang luka-luka satu. Total dua orang. Warga kuningan semua. (Korban meninggal) luka kena sabetan sajam di bagian perut sebelah kanan, jebol itu, ususnya keluar semua itu," katanya.
Sebelumnya diberitakan, aksi tawuran dua kelompok gangster terjadi di Kota Semarang. Kali ini, tawuran pecah terjadi di wilayah, Bandarharjo, Semarang Utara, Jumat 23/8/2024) jelang subuh sekitar pukul 03.30.
Informasi yang diperoleh, tawuran tersebut melibatkan gangster Warmah, dari kampung Kuningan dan gangster Jerman dari kampung Bandarharjo. Mereka saling serang dengan menggunakan senjata tajam.
Akibat kejadian tersebut, dua orang dari kelompok Kampung Kuningan mengalami luka-luka. Keduanya sempat dilarikan ke RSUP dr Kariadi Semarang guna mendapatkan perawatan medis. Nahas, nyawa satu orang tidak terselamatkan, alias meninggal.
Korban meninggal berinisial Nov, 27. Tubuhnya bagian perut mengalami luka bacokan senjata tajam. Korban satunya, bernama Nik, 23, hanya mengalami luka di tangan kiri.
Terkait kejadian tersebut, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, tawuran terjadi sekitaran Jembatan Kretek Puter Puskesmas Bandarharjo. Pihaknya juga menyebut ada dua korban dalam peristiwa ini.
"Info dua korban di RS Kariadi, satu luka pada lengan dan 1 meninggal dunia," katanya.
Saat ini anggota kepolisian sudah ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan. Petugas tengah memeriksa saksi dan mencari barang bukti untuk mengungkap kejadian ini. (mha/bas)
Editor : Baskoro Septiadi