RADARSEMARANG.ID, SEMARANG—Pria berinisial NY, 63 tahun, pemilik rumah kos di Gunungpati, Kota Semarang, mendadak viral karena memakan daging kucing.
Kepada petugas polisi yang mengamankannya, NY berdalih makan daging kucing untuk mengobati sakit diabetesnya.
Lantas, apa bahayanya memakan daging kucing? Dan benarkah daging kucing kampung bisa jadi obat diabetes?
Dilansir dari Unair News, kucing merupakan salah satu hewan domestikasi yang dipelihara manusia.
Sebagai hewan kesayangan, kucing tidak termasuk ke dalam hewan ternak konsumsi.
Sehingga bentuk konsumsi kucing merupakan tindakan keji yang berpotensi menjadi vektor zoonosis di tengah masyarakat.
Dokter hewan Prima Ayu Wibawati M Si, Dosen Kesehatan Masyarakat Veteriner SIKIA, menyampaikan bahwa mengonsumsi daging kucing sangatlah tidak etis.
Jika melihat UU No 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang diubah dengan UU 41 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009, ternak memang hewan peliharaan, namun diperuntukkan untuk pangan manusia.
Kata Prima Ayu, “Dari UU itu, daging kucing bukan produk hewan yang masuk kriteria dikonsumsi manusia. Jadi ini merupakan tindakan penyalahgunaan. Apapun alasan (konsumsi, red) hanyalah dalih untuk menghalalkan dan membenarkan pendapat pengkonsumsi tersebut.”
Konsumsi dapat memberikan dampak langsung bagi manusia.
Terdapat kebijakan pemerintah terkait pemotongan hewan di Rumah Potong Hewan (RPH).
Hal ini berkaitan dengan perlindungan konsumen, yaitu untuk memastikan konsumen mendapatkan produk yang aman, sehat, dan utuh, serta halal (untuk hewan yang halal).
Sehingga dapat memastikan hewan tersebut memang layak potong.
Prima menyebutkan kucing memang tidak ada standarisasi pemotongan hingga pemakaiannya.
Sehingga memang tidak ada jaminan keamanan untuk dikonsumsi manusia.
“Sudah jelas jaminan keamanannya tidak ada. Mulai dari penangkapan, transportasi ternak hingga bagaimana cara penyembelihannya, kita gak tau. Mungkin saja kucing membawa bibit penyakit,” sebutnya.
Potensi zoonosis terpampang nyata dari kegiatan konsumsi daging kucing, karena tidak memiliki standarisasi jaminan keamanan pangan.
Berbagai penyakit meat borne disease seperti Tuberculosis, Brucellosis, Salmonellosis, Botulism, Staphylococcal Meat Intoxication, Taeniasis, Trichinosis hingga Clostridiosis berpotensi menginfeksi pengkonsumsi daging kucing.
Bahkan infeksi rabies pun dapat menyerang.
“Dikhawatirkan, berbagai penyakit dari meat borne disease berpotensi menginfeksi orang yang makan. Selain itu kucing merupakan reservoir rabies, jadi apabila memang memiliki virus rabies. Maka juga potensi zoonosisnya juga sangat tinggi,” tuturnya. (iskandar)
Editor : Tasropi