Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Monumen Ketenangan Jiwa, Memoar Kepedihan Perang Dari Sudut Pandang Jepang di Pesisir Semarang

Aby Genta Putra Prasetya • Sabtu, 3 Agustus 2024 | 04:01 WIB
Monumen Ketenangan Jiwa yang berada di Pantai Baruna
Monumen Ketenangan Jiwa yang berada di Pantai Baruna

RADARSEMARANG.ID - Menjadi salah satu kota penting yang memiliki sejarah panjang yang mengiringinya, Semarang adalah saksi bisu banyak ingatan-ingatan samar tentang berbagai peristiwa di masa lalu.

Salah satu dari peristiwa yang akan diingat oleh manusia adalah tragedi, dan memoar kepedihan inilah yang banyak dilukiskan manusia dalam berbagai jenis karya seni.

Semarang setelah beratus-ratus tahun lamanya telah menyimpan banyak luka dan kepedihan yang terekam dalam berbagai peristiwa bersejarah di kota ini.

Kota pelabuhan ini juga sarat akan keberagaman warga yang tinggal di dalamnya, sebagai melting pot banyak dari kebudayaan masyarakat dengan latar yang berbeda.

Kota ini bertumbuh sembari menyimpan beberapa kisah kelam yang mulai tergerus pertumbuhan warga yang makin modern.

Di daerah pesisir dekat dengan pelabuhan Tanjung Mas yang kerap disinggahi aktifitas manusia, terdapat sebuah monumen yang dilatarbelakangi rasa sedih akibat perang yang dulu pernah membawa pilu bagi sebagian besar orang di dunia.

Di front timur khususnya Indonesia juga meletus berbagai perang yang merenggut banyak jiwa dan meninggalkan kesedihan teramat dalam bagi pihak yang ditinggalkan.

Semarang sebagai kota pesisir yang juga menjadi titik penting bagi Pulau Jawa tak luput dari serbuan tentara Kekaisaran Jepang dalam ekspansinya merebut seluruh Asia.

Seperti kita tahu, betapa kejamnya penjajahan Jepang telah menjadi momok yang mengerikan bagi negara-negara yang dahulu berada di bawah cengkramannya.

Berbagai resistensi juga muncul karena penderitaan yang dialami selama masa penjajahan Jepang di Semarang, salah satu yang paling terkenal adalah Perang Lima Hari di Semarang.

Di Semarang sendiri, ingatan-ingatan komunal terhadap penjajahan Negeri Matahari Terbit ini terpancar dalam sebuah monumen bernama Monumen Ketenangan Jiwa atau Chinkon no Hi dalam bahasa Jepang.

Monumen ini terletak di Pantai Baruna yang berada di tepi Sungai Kanal Banjir Barat Semarang. Letaknya yang berada di atas perbukitan di pantai makin menambah kesan damai kontras dengan latarbelakang didirikannya monumen ini.

Baca Juga: Adipati Terboyo, Penasihat Perang Diponegoro yang Hilang dari Silsilah Kepemimpinan Semarang

Hampir sama dengan pantai-pantai yang berada di sisi utara Pulau Jawa lainnya, pantai ini meskipun tak memiliki pasir putih tetap menawarkan keindahan alam yang menakjubkan bagi para pengunjung.

Letaknya yang berada di pinggir padang rumput yang terhampar membuat lokasi dari monumen ini makin mempesona.

Monumen Ketenangan Jiwa adalah monumen yang pembangunannya diprakarsai oleh para tentara Jepang untuk menghormati kepedihan yang ditimbulkan oleh perang antara pihak Republik dengan tentara Kekaisaran Jepang.

Monumen ini juga dibangun untuk memperingati banyaknya tentara Jepang yang gugur di Pantai Baruna saat melakukan penyerbuan.

Posisinya yang dinilai berhadapan langsung dengan laut Jepang juga menurut kepercayaan warga disana akan membawa kembali arwah para prajurit Jepang yang tewas kembali ke rumah mereka masing-masing.

Source: rumah123.com, Disbudpar Semarang

Editor : Baskoro Septiadi
#Sudut Pandang Jepang #Di Pesisir Jepang #Monumen Ketenangan Jiwa #Monumen Sejarah Semarang #Memoar Kepedihan Perang