RADARSEMARANG.ID, Semarang - Narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Semarang menjalani perekaman biometrik.
Kegiatan ini merupakan program dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang bersama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Semarang.
Ketua KPU Kota Semarang Ahmad Zaini mengatakan perekaman biometrik ini diikuti sepuluh orang napi.
Diadakannya rekam biometrik ini bagian dari proses melengkapi data lantaran mereka tak terekam sebagai pemilih di KPU.
Zaini menuturkan jika mereka yang direkam biometrik memiliki hak dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024 di Jawa Tengah.
"Jika napi bukan warga Kota Semarang, maka hanya bisa memilih pasangan gubernur dan wakilnya. Namun, jika napi adalah warga kota Semarang, maka yang bersangkutan bisa memilih calon gubernur-wakilnya serta memilih walikota-wakilnya," ucapnya, Jumat (2/8/2024).
Zaini menyebutkan, digandengnya Disdukcapil Kota Semarang untuk mengetahui secara jelas identitas para napi di dalam hotel prodeo ini. Berdasarkan data,12 napi ini semuanya merupakan warga Jawa Tengah.
Ia menyebut, setelah nanti datanya valid sebagai warga Jawa Tengah, praktis maka mereka akan dimasukkan ke dalam daftar pemilih.
"Tentu jika mereka ini sudah terdeteksi warga Jawa Tengah akan dimasukkan ke data penduduk, sekaligus kami masukkan ke daftar pemilih," ujarnya.
Menurutnya, ada beberapa faktor nama napi tak terdeteksi dalam data. Yakni sudah perekaman namun tak tahu identitas, atau bisa saja lupa. Dan karena napi memang belum perekaman.
"Oleh karenanya kami juga melakukan pemindaian iris mata untuk mengetahui sudah rekam atau belum," tambahnya.
Berdasarkan koordinasi dengan Lapas dan Dispendukcapil Kota Semarang, akan ada empat TPS khusus. Yakni tiga di Lapas Kedungpane, dan satu TPS di Lapas Wanita Semarang.
Sementara ini jumlah pemilih di LP Kedungpane tercatat sebanyak 1.363 pemilih, sedangkan di LP Wanita Semarang sebanyak 162 pemilih dengan satu TPS.
"Untuk angakanya fluktuatif ya naik turun karena warga binaan itu ada yang keluar dan masuk," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Semarang Kristiana Hambawani menuturkan, pihaknya mendorong pihak terkait melakukan perekaman biometri.
Pasalnya, kegiatan ini juga merupakan proses atau rangkaian pendirian tempat pemungutan suara (TPS) khusus dalam rangka Pilkada 2024.
"Untuk kali ini perekaman untuk update data agar memudahkan dalam pemilihan nanti," tutur Kristin. (ifa/bas)
Editor : Baskoro Septiadi