RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pemerintah Kota Semarang mulai melakukan inovasi dengan membuat fasilitas pelican crossing.
Jenis penyeberangan pejalan kaki dengan sinyal lalu lintas untuk pejalan kaki dan lalu lintas kendaraan. Keberadaannya untuk memudahkan pejalan kaki saat menyeberang jalan.
Di Kota Semarang sudah baru ada dua titik. Yakni di Jalan Pemuda (Depan SMA N 3 Semarang) dan di Jalan Imam Bonjol tak jauh dari Halte Trans Semarang.
Baca Juga: Dibangun Megah, Jembatan Penyeberangan Orang di Semarang Tetap Tak Terpakai
Pelican crossing dilengkapi dengan tombol untuk menyebrang. Ketika pengguna jalan memencet tombol sekitar tiga sampai lima detik kemudian, lampu lalu lintas akan berubah merah.
Selain itu juga disertai suara "tet tet tet" berulang kali. Sehingga pengguna kendaraan bermotor bisa mendengar dan berhenti di belakang marka penyeberangan.
Keberadaan Pelican Crossing dinilai cukup efektif. Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (21/6) pagi, terlihat para pelajar bersiap menyeberang dari Halte tak jauh Balaikota Semarang ke SMA Negeri 3 Semarang.
Begitu tombol dipencet, lampu merah menyala disertai bunyi alarm. Sejumlah pengendara bermotor langsung berhenti dan pejalan kaki berjalan menyebrang di zebra cross.
Salah satunya, Daffa, siswa Kelas XI ini memencet tombol merah sebelum menyeberang. "Kalau nyebrang ini saya takut, apalagi sudah dipencet dan lampu merah ada yang melanggar," katanya.
Kendati demikian, ia menilai lebih efektif, karena membuat pejalan kaki menyebrang dengan tenang. "Pengendara mobil dan motor bisa berhenti sejenak," katanya.
Sementara itu, Sutiah, 55, terlihat bingung saat mau menyeberang dari Balai Kota menuju halte dekat SMA Negeri 3 Semarang.
"Saya mengurus keterangan untuk anak sekolah. Bingung harus pencet yang mana," katanya.
Menurutnya, dibanding harus menyeberang melewati Jembatan Penyeberangan Umum (JPU). Pelican ini lebih efektif. "Karena tidak naik tangga, tinggal pencet lalu menyebrang," katanya.
Sementara itu, Satpam SMA Negeri 3 Semarang, Nurul, mengaku saat baru dipasang sekitar 2017 lalu, banyak pengguna sepeda motor dan mobil melanggar. Padahal, lampu merah sudah menyala.
"Saya sering menolong saat ada kecelakaan, sehari ada tiga sampai empat kecelakaan," katanya.
Lambat laun, kesadaran pengendara sepeda motor dan mobil pribadi sudah meningkat. Ia berharap, pelican crossing ada setiap zebra cross di Kota Semarang.
"Dibandingkan jembatan penyeberangan mending pelican. Lebih ramah," tambahnya. (fgr/fth/bas)
Editor : Baskoro Septiadi