Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Warga Kembangsari Semarang Tewas Usai Pesta Miras Semalaman, Begini Kronologinya

Muhammad Hariyanto • Senin, 10 Juni 2024 | 04:11 WIB
Poliso mengevakuasi korban meninggal diduga usai tenggak miras, Minggu (9/6/2024). (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
Poliso mengevakuasi korban meninggal diduga usai tenggak miras, Minggu (9/6/2024). (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Warga Kampung Jatisari, Kelurahan Pongangan, Kecamatan Gunungpati Semarang, digegerkan adanya meninggal di dalam rumah, Minggu (9/6/2024).

Korban, merupakan warga Kembangsari, Semarang Tengah, bernama Rudi Setyo Nugroho, 29.

Informasi diperoleh, awalnya korban menuju Gunungpati, atau lokasi kejadian, untuk menemui rekannya yang masih satu wilayah, sembari membawa minuman jenis tuak, Sabtu (8/6/2024) sekitar pukul 13.00.

Setelah bertemu, keduanya ngobrol dan menenggak tuak.

Setelah tuak habis, kemudian bersama rekannya keluar menuju daerah Gendingan, dan kembali menenggak minuman beralkohol, sekitar pukul 18.00.

Kemudian keduanya bersama satu orang lagi rekannya warga Brumbungan, kembali ke Gunungpati, dan membeli miras melalui ojek online Minggu (9/6/2024) sekitar pukul 03.30.

Selang 30 menit pesanan miras datang, korban bersama dua rekannya tersebut menenggak miras menumpang di rumah tersebut, atau TKP yang dihuni rekannya bernama Ismail.

Usai menenggak miras, korban muntah-muntah dan sempat diberikan minum air kelapa muda.

Selain itu, korban juga sempat mengeluarkan lendir dan darah.

Bahkan, juga mengeluarkan kotoran buang air besar saat akan dibawa ke rumah sakit.

Hingga akhirnya nyawa korban tidak terselamatkan alias meninggal. Kemudian, kejadian ini dilaporkan ke Polsek Gunungpati.

Kapolsek Gunungpati, Kompol Raharjo menyampaikan telah mendatangi lokasi melakukan pengecekan terhadap korban.

Di lokasi, juga ditemukan botol miras yang sudah kosong.

"Iya, kalau keterangan dokter, yang jelas menyampaikan tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan. Cuma tadi kita ke TKP terus melihat korban, terus ada botol miras, tiga botol," ungkap Kapolsek Gunungpati, Kompol Agung Raharjo, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (9/6/2024).

Pihaknya juga menyebut, korban telah menenggak minuman beralkohol.

Hal tersebut diperoleh dari keterangan saksi-saksi yang juga ikut menenggak miras bersama korban.

"Iya, usai menenggak miras. Keterangan dari ini temannya itu minum sejak malam (Sabtu), terus dibawah di luar Gunungpati sudah minum, terus ke tempat temannya," bebernya.

Menanggapi dugaan penyebab meninggalnya korban, Kapolsek kembali menyampaikan pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi.

Meski demikian, Kapolsek juga menyarankan, jenazah dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang guna didampingi pihak keluarga dan anggota Inafis Polrestabes Semarang keperluan pemeriksaan luar.

Setelah itu, jenazah dibawa pulang guna prosesi pemakaman.

"Kita belum tahu karena itu harus otopsi. Tapi enggak otopsi, tadi pihak keluarga dari kakaknya korban, tidak berkenan diotopsi dengan surat pernyataan yang dia tulis itu. Karena pengennya segera dimakamkan," jelasnya.

Menanggapi apakah masih melakukan penyelidikan, Kapolsek mengatakan akan memanggil para saksi-saksi untuk dimintai keterangan, termasuk pemilik rumah dan pemangku wilayah kelurahan setempat.

"Yang jelas kita penyelidikan, dari keterangan temannya, kita panggil juga malam ini untuk keterangan klarifikasi," katanya. (mha/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#peristiwa semarang #tewas tenggak arak #MIRAS