RADARSEMARANG.ID, Semarang - Petahana Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu akhirnya kembali maju dalam Pilwakot 2024, usai mengambil formulir pendaftaran calon Wali Kota (Cawali) di Kantor DPC PDI-P Kota Semarang, Sabtu (11/5).
Padahal sebelumnya Mbak Ita, sapaannya, sempat mengutarakan tidak akan maju karena ada permintaan dari anaknya M. Farraz Razin Perdana.
Namun istri dari Alwin Basri ini, mendapatkan instruksi dari Ketua Umum PDI-P , Megawati Soekarnoputri untuk mewakili kader perempuan.
"Memang dulu saya nggak ingin nyalon karena permintaan dari anak saya, tapi atas instruksi Ketum saya diminta maju sebagai salah satu kader perempuan," katanya saat pengambilan berkas.
Mbak Ita mengaku, atas instruksi tersebut akhirnya mendapatkan persetujuan dari keluarganya. Selain itu juga ada permintaan untuk kembali maju, dari internal partai, kalangan masyarakat pelaku usaha dan lainnya.
"Ini jadi semangat saya maju lagi, ada dawuh dari senior partai dan permintaan masyarakat. Tentu ini amanah yang harus saya lakukan," bebernya.
Selain itu, kata Mbak Ita masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Dirinya juga berterimakasih kepada Megawati, serta semua kalangan masyarakat dan internal partai yang memberikan semangat untuk maju.
"Bu Mega minta kader perempuan untuk memberikan support di Pilkada, saya berterimakasih atas semangat yang diberikan," ujarnya.
Mbak Ita menjelaskan, Bu Mega juga meminta kader perempuan untuk support bagaimana menciptakan ketahanan pangan, kemiskinan, stunting, kesetaraan gender, perempuan dan lainnya.
"Kalau di Semarang tentu banjir dan infrastruktur. Kita juga diminta turun untuk tahu apa yang dibutuhkan masyarakat," katanya.
Terkait visi dan misi, Mbak Ita menjelaskan ada arahan dari Bapanas yakni maju dan berkelanjutan. Sementara ditingkat kota visinya Semarang Metropolitan Layak Huni Maju dan Berkelanjutan.
Menurut dia, visi tersebut ada beberapa indikator, Kota Semarang pun sudah dipersiapkan sebagai metropolitan bersama Solo. Sementara sisi berkelanjutan, program yang telah ada harus dilanjutkan siapapun kepala daerahnya.
"Sudah ada tahapan yang dilakukan Pemda, dari Bapanas tadi harus dibuat turunannya sesuai dengan kearifan lokal. Sampai saat ini kemiskinan sudah 0 dan laju inflasi sudah baik," tuturnya.
Sehingga lanjut Mbak Ita, harus ada penanganan tambahan yakni gini ratio, angka tingkat sekolah, dan pengendalian rob dan banjir.
Menurut dia, pada tahun ini akan berjalan, bantuan dari pusat untuk mengurangi genangan.
"Misalnya sheet pile Tambak Lorok, normalisasi Tenggang, Sringin dan Babon. Lalu juga pembenahan jembatan Nogososro, dan normalisasi sungai di Tlogosari sebagai bentuk bergerak bersama," bebernya.
Untuk calon wakil wali kota, Mbak Ita mengaku akan diserahkan ke partai, dari sisi DPC, DPP, maupun DPD, untuk sosok calon yang akan mendampinginya dan koalisi yang akan dilakukan.
"Kalau sosok wakil nanti biar partai ya, saya juga belum komunikasi dengan partai ataupun sosok lain," pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris DPC PDI-P Kota Semarang, Kadar Lusman, menjelaskan jika pengurus dan kader dari partai berlambang banteng ini memang diminta untuk tampil termasuk petahana.
"Kemarin memang belum ada konfirmasi, tapi sorenya Bu Ita telpon bilang mendaftar," ujarnya.
Untuk berkas yang diambil, Pilus sapaannya, akan dikirim ke DPP untuk menentukan siapa yang akan mendapat rekomendasi.
DPC lanjut dia, hanya diminta untuk membuka penjaringan seluas-luasnya untuk kader ataupun masyarakat umum.
"Kalau untuk arahan dari Bu Mega, kita belum mendengar. Tapi bisa saja terjadi karena beliau ini kan pertahana. Nanti kita akan sering,saat penyampai visi dan misi, untuk rekomendasi tentu DPP yang menentukan," pungkasnya. (den)
Editor : Tasropi