Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Tekan Angka Putus Sekolah, Pemkot Semarang Gagas Program Gerbang Harapan, Begini Penjelasannya

Adennyar Wicaksono • Kamis, 25 April 2024 | 03:07 WIB
Foto ilustrasi sekolah. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Foto ilustrasi sekolah. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID Semarang – Angka putus sekolah coba ditekan oleh Pemkot Semarang, salah satunya adalah menggas program Gerakan Bersama Orang Tua Asuh untuk Pengembangan Hari Masa Depan (Gerbang Harapan).

Adapun program ini fokusnya adalah memberikan bantuan pendidikan kepada mereka yang berasal dari keluraga yang kurang mampu korban kekerasan sekual, korban KDRT, anak dari keluarga single parent dan lainnya, dengan tujuan agar tidak putus sekolah.

“Ini sedang digodok oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, nantinya akan orang tua asuh untuk membiayai anak untuk sekolah,” kata Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Rabu (24/4).

Mbak Ita sapaannya menjelaskan, jika anak yang membutuhkan bantuan ini belajar di sekolah negeri yang gratis, orang tua asuh bisa mengover kebutuhan lainnya misalnya peralatan sekolah, seragam, dan lainnya.

“Nanti juga ada progam uang saku, mirip Kartu Indonesia Pintar, jadi tidak berbentuk tunai,” bebernya.

Mbak Ita menjelaskan, Pemkot sedang melakukan inventarisasi agar program ini tepat sasaran.

Pasalnya, saat ini masih banyak angka putus sekolah yang dinilai masih tinggi yang disebabkan eberapa faktor antara lain anak tidak mau bersekolah maupun karema kondisi ekonomi orangtua.

“Kami support anak-anak melanjutkan sekolah, syukur-syukur bisa sampai S1. Kita lakukan tidak harus jauh-jauh, misal disini, di sekitar rumdin ada ada anak-anak, kami bantu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Bambang Pramusinto mengatakan, program ini akan diluncurkan pada 2 Mei menfatang atau bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional sekaligus HUT Kota Semarang.

Mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan ini menjelaskan, saat ini partispasi masyarakat dalam progam tersebut telah mencapai 97 persen.

Nantinya, Gerbang Harapan ini berupaya memenuhi kebutuhan penunjang sekolah seperti seragam, buku-buku, alat tulis, dan lain-lain.

“Misalnya sekolahnya gratis, jadi bisa mengover kebutuhan penunjang lainnya. Kita coba ajak masyarakat yang mampu untuk ikut progam ini,” bebernya.

Bambang menjelaskan, program ini bukan hanya diperuntukkan bagi siswa sekolah negeri saja, namun siswa sekolah swasta.

Disdik kata dia, akan menyusun data siswa-siswi yang kurang mampu kemudian akan ditawarkan kepada masyarakat.

“Tapi untuk pilotingnya kami akan tawarkan kepada pejabat-pejabat Pemkot Semarang yang sudah eselon sebagai pelopor,” tandasnya.

Disdik kata dia, tidak akan menghimpun dana dari donatur, pihaknya hanya mempertemukan siswa dan orang tua asuhnya kemudian bantuan bisa diserahkan langsung secara personal.

“Nanti kita akan buat dan siapkan sistemnya,” pungkasnya. (den/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#pendidikan #Disdik Kota Semarang #Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang #putus sekolah #Wali Kota Semarang #Mbak ITA #SEKOLAH GRATIS #Bambang Pramusinto #orang tua asuh