Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Syawalan, Lestarikan Tradisi Kupat Jembut

Figur Ronggo Wassalim • Rabu, 17 April 2024 | 17:25 WIB
JAGA TRADISI: Tradisi Kupat Jembut saat Syawalan di Jalan Pedurungan Tengah 2, RW 1, Kelurahan Pedurungan Tengah, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Rabu (17/4).
JAGA TRADISI: Tradisi Kupat Jembut saat Syawalan di Jalan Pedurungan Tengah 2, RW 1, Kelurahan Pedurungan Tengah, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Rabu (17/4).

 

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Tradisi Syawalan pada hari ketujuh Bulan Syawal memang identik dengan ketupat dan saling berbagi dengan para tetangga di lingkungan.
 
Di berbagai wilayah Pedurungan, Kota Semarang terdapat tradisi dengan nama unik, Kupat Jembut. 
 
Salah satunya di Jalan Pedurungan Tengah 2, RW 1, Kelurahan Pedurungan Tengah, Kecamatan Pedurungan. Jawa Pos Radar Semarang memantau tradisi ini.
 
Baca Juga: Jangan Salah Kaprah, Ini Makna Tradisi Syawalan di Kaliwungu Kendal yang Sebenarnya
 
Setelah Salat Subuh, terlihat salah satu warga, Zulaikhah, 60, tengah mempersiapkan Kupat Jembut. Ia mengisi sayuran tauge di tengah ketupat. 
 
Kupat jembut merupakan ketupat biasa. Lalu hampir dibelah menjadi dua. Kemudian diisi sayur tauge gudangan sebagai kudapannya.
 
Baca Juga: Masjid Agung Kauman Semarang Gandeng 15 Mushola Gelar Tradisi Takbir Keliling
 
Salah seorang warga memukul tiang listrik sebagai ganti kentongan, tanda berkumpulnya warga di halaman rumah Ketua RW 1, Wasi Darono.
 
Sementara warga berbondong-bondong berkumpul membawa kupat jembut. Beberapa warga lainnya menunggu di halaman rumahnya masing-masing.
 
Ratusan warga berkumpul di halaman rumah Ketua RW 1. Baik yang laki-laki dan perempuan, anak-anak hingga dewasa maupun lansia. 
 
Mereka membawa tas plastik untuk mewadahi kupat jembut. Suasana sangat khidmat dan sangat antusias mendengarkan sambutan dan berdoa bersama dipimpin Ketua RW.
 
Baca Juga: Banyak Kasus Kekerasan yang Diungkap Tuntas dan Idul Fitri Berjalan Khidmat
 
Setelah berdoa, para warga berjabat tangan, saling memaafkan. Para warga dari anak-anak hingga dewasa berbaris berkeliling dari satu rumah ke rumah lain.
 
Tak lupa tuan rumah memberikan kupat jembut. Selain itu, uang kertas dari nominal Rp 1000 - 10.000 dan jajan pasar juga dibagikan.
 
Salah seorang warga, Fatimah mengajak cucunya berkeliling ke tetangga untuk saling bermaafan dan merasakan Kupat Jembut.
 
"Biar senang cucu saya, biar mengenalkan tradisi. Saya dapat dua ketupat, uangnya belum dihitung, masih keliling satu RT," ujarnya.
 
Ketua RW 1 Kelurahan Pedurungan Tengah, menjelaskan Kupat Jembut diutamakan dibagikan dari warga yang mau bersedekah kepada anak-anak.
 
Baca Juga: Warga Kandangan Temanggung Gelar Sadranan Sewu Kupat, Kenang Perjuangan Mencari Mata Air
 
Sehingga hanya beberapa rumah yang menyediakan ratusan kupat jembut. Beberapa lainnya memberikan uang kertas dan jajan pasar.
 
"Tradisi ini turun temurun sejak zaman dulu, mungkin bentuknya jrawut-jrawut mala namanya Kupat Jembut. Sehingga kita pertahankan hingga saat ini, di hari ketujuh Bulan Syawal," katanya.
 
Ia menilai Tradisi Kupat Jembut dapat mempererat tali silaturahmi. "Warga yang mampu bersedekah, dan ini menjaga persatuan," katanya. (fgr)
Editor : Tasropi
#tradisi syawalan #Kupat Jembut