Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Jalan Kaligawe-Genuk Masih Lumpuh Terendam Banjir, Hanya Truk Besar yang Berani Melintas, Lalu Lintas ke Kota Semarang Dialihkan ke Jalur Ini

Muhammad Hariyanto • Jumat, 15 Maret 2024 | 22:58 WIB
Debit air di Jalan Raya Pantura Kaligawe - Genuk sudah berangsur berkurang, Jumat (15/3/2024). (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
Debit air di Jalan Raya Pantura Kaligawe - Genuk sudah berangsur berkurang, Jumat (15/3/2024). (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Debit air di Jalan Raya Pantura Kaligawe - Genuk sudah berangsur berkurang, Jumat (15/3/2024).

Namun, jalan nasional tersebut masih lumpuh lantaran genangan air masih mencapai setengah meter. Kendaraan yang berani melintas hanya truk besar.

Dirlantas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Sonny Irawan mengatakan telah melakukan rekayasa lalulintas supaya kendaraan bisa melintas.

Selain itu, rekayasa ini juga bertujuan mengurangi kemacetan utamanya di Jalan Arteri Yos Sudarso yang mengarah ke Jalan Pantura Kaligawe.

"Hari ini kami mengecek kembali. Sebenernya sudah dari beberapa hari yang lalu kita sudah melaksanakan rekayasa lalu lintas di lapangan terkait dengan jalur daerah Kaligawe-Demak yang terjadi luapan air," ungkapnya di lokasi Jalan Kaligawe, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (15/3/2024).

Genangan air atau banjir di lokasi tersebut sudah terjadi sejak Rabu (13/3/2024). Hari itu sempat surut dan bisa dilalui kembali.

Namun, pada esok harinya, jalan Kaligawe - Genuk kembali banjir dengan debit air tambah tinggi, pada Kamis (14/3/2024). Bahkan, dua hari air belum surut hingga Jumat ini.

"Ini akibat hujan yang terus menerus di Kota Semarang dan kemarin memang ketinggian itu mencapai kurang lebih 80-90 sentimeter. Tetapi hari ini sudah 60-70 sentimeter," bebernya.

"Sehingga kami jajaran Lalu Lintas Polda Jateng mencoba melakukan rekayasa, dan sudah mulai memasukkan beberapa kendaraan truk untuk yang melintas dari arah Pelabuhan menuju ke Demak, kita sudah coba kita lintasi. Kemudian dari Demak menuju ke Jakarta sudah kita lintasi," sambungnya.

Pihaknya juga menyampaikan, pada sebelumnya juga telah melakukan rekayasa lalulintas saat terjadi banjir pada Kamis (14/3/2024).

Kendaraan yang melintas dari timur ke barat atau dari arah Demak menuju Semarang dialihkan ke Jalan Woltermonginsidi.

"Namun saat ini juga, Jalan Woltermongensidi juga sudah tergenang. Sehingga ini perlahan lahan kita coba untuk mulai dilintasi Jalur Kaligawe ini sampai dengan ke Perbatasan Demak. Sementara hari ini (Jumat) masih truk truk besar yang kita coba lewati," jelasnya.

Terlihat, sudah ada kendaraan truk besar yang sudah berani melintas. Tak terlihat kendaraan roda empat yang melintas.

Sementara, sepeda motor yang nekat melintas di lokasi jalan tersebut harus di dorong lantaran mogok.

"Mudah mudahan dengan keadaan alam yang tidak ada hujan mudah mudahan bisa surut sehingga perlahan lahan akan kita coba kendaraan kecil. Tadi juga ada beberapa kendaraan kecil yang berhasil melintas juga. Tetapi saat ini kita prioritaskan kendaraan-kendaraan yang berat dulu," harapnya.

Menanggapi penanganan kemacetan di Jalan Arteri Yos Sudarso, Dirlantas juga mengaku telah melakukan rekayasa arus lalu lintas untuk mengurangi kemacetan.

"Sementara jalur Arteri Yos Sudarso kita buatkan rekayasa. Ada yang masuk menuju ke Krapyak (Semarang Barat), juga ada yg langsung menuju ke arah kaligawe," pungkasnya.

Banjir Pantura Kaligawe - Genuk, genangan air paling parah mulai dari bawah jembatan exit Tol Kaligawe hingga RSI Sultan Agung Semarang.

Namun, genangan air cukup tinggi juga berada di Jalan Kaligawe mulai Exit Tol Kaligawe mengarah ke barat dan sebaliknya hingga di SPBU Kaligawe, samping jembatan Banjir Kanal Timur turut wilayah Kecamatan Gayamsari.

Genangan air di lokasi ini juga cukup tinggi, masih sekitaran setengah meter. Akses Jalan tersebut juga lumpuh, masyarakat sekitar tak ada aktifitas. Hanya kendaraan truk besar yang berani melintas.

Kapolsek Genuk, Kompol Rismanto menjelaskan masih melakukan rekayasa arus lalulintas di wilayah hukumnya. Mengingat kondisi genangan air masih tinggi.

"Kita masih lakukan rekayasa lalu lintas. Masih kita lakukan penutupan di pertigaan Genuk, kendaraan dari timur (arah dari Demak) masih kita alihkan ke Jalan Woltermonginsidi," jelasnya.

Menurut salah satu warga sekitar, Sutarno mengakui, banjir terjadi sejak Kamis (14/3/2024) malam. Namun hingga kini belum surut, meski debit air berkurang.

"Airnya masih tinggi, sudah sejak Kamis malam. Ya surut, tapi belum bisa berbuat apa-apa. Semoga cepat surut," katanya. (mha/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#semarang #BANJIR #kaligawe