Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Apes! Motor Sewaan Pedagang di Semarang Dibawa Kabur Pelanggan yang Mengaku Mandor Proyek, Begini Modusnya

Muhammad Hariyanto • Rabu, 6 Maret 2024 | 21:21 WIB

 

Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Nasib apes dialami Wahyuningsih, 48, perempuan warga Kemijen, Semarang Timur. Tawaran mendapat pekerjaan jualan di tempat proyek, berujung penipuan.

Harta benda termasuk handphone dan sepeda motor Yamaha Aerox dibawa kabur oleh laki-laki, yang mengaku sebagai mandor proyek, Senin (4/3/2024) sekitar pukul 11.00.

Apesnya lagi, motor Aerox bernopol K 2968 IK, tersebut bukan milik pribadinya, melainkan menyewa di tempat tetangganya.

Motor tersebut akan dipergunakan sebagai sarana berjualan di tempat proyek yang dijanjikan pelaku, mengaku bernama Nur, warga Lasem.

"Orangnya ini sering jajan di warung Ibu saya, sekitaran dua mingguan, entah beli kopi, rokok. Terus dia nawari ibu saya. Bu mau gak jualan di tempat proyek saya, nanti dikontrak (jualan) dua tahun," ungkap putri korban, Oktaviana Kusumaningrum, menirukan cerita ibunya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (6/3/2024).

"Terus ibu saya bilang, gak ada motor, cuma satu dipakai kerja sama anak. Orangnya bilang, nanti dikasih inventaris dari proyek. Sementara sampeyan nyewa motor dulu aja, nanti yang bayar dari pihak proyek," lanjutnya.

Meski demikian, Wahyuningsih tak menelan mentah-mentah tawaran pekerjaan tersebut. Ia sempat menceritakan ke Oktaviana dengan maksud minta mendapat pengarahan.

Kepada Oktaviana, ibunya menyampaikan pelaku mengaku sebagai mandor proyek.

"Ngakunya dia ini mandor proyek, dan proyeknya pindah-pindah. Terus ibu minta masukan ke saya. Saya bilang, ditanyain dulu Bu, detailnya, jangan sampai dibohongi," katanya.

Korban awalnya tak menaruh gelagat mencurigakan terhadap pelaku. Setelah dipikir matang, beberapa hari kemudian, menyewa motor di tempat tetangganya.

Kemudian, motor tersebut dipergunakan pergi keluar rumah menuju tempat temannya, di Kecamatan Genuk, Senin (4/3/2024).

"Pagi itu habis nganter ke ponakan, terus ke Genuk. Ternyata, ketemu di dekat terminal Terboyo. Bu Bu, mau kemana. (Dijawab) saya mau ke Genuk, ketempat teman saya, nyari rewang untuk jualan di tempat proyek," jelasnya.

Entah kebetulan atau sudah dibuntuti, Oktaviana mengaku masih penasaran terkait keberadaan pelaku di lokasi tersebut.

Disela obrolan tersebut kemudian pelaku melancarkan aksinya dan membujuk menawarkan mengantarkan korban ke tempat temannya.

"Orang ini bilang tak antar saya Bu, nanti ke Genuk boncengan sama saya. Terus motor disuruh di parkir di tempat penitipan, ada karcisnya juga. Ibu saya ya manut-manut saja," jelasnya.

Selama perjalanan, korban tak merasakan sesuatu yang aneh. Namun, bukannya sampai tujuan ke Genuk, tetapi berada di wilayah Kecamatan Banyumanik. Ibunya diturunkan di sebuah salon potong rambut, di daerah Pudakpayung.

"Katanya, si orang ini bilang ke mbaknya salon, ini tolong bojoku di potong rambut. Pihak salon ya gak curiga. Setelah selesai, ibu baru sadar, pas mau bayar. Tas, Jaket, tidak ada," katanya.

Padahal di dalam tas tersebut terdapat dompet berisi surat-surat penting, termasuk SIM dan ATM, kunci sepeda motor dan handphone. Menurutnya, sebelum meninggalkan ibunya, pelaku berpamitan keluar membelikan jajanan.

"Sebelumnya nawari ibu, "Mau roti bakar apa enggak. Yo gelem to nek ditukoke". Terus orangnya bilang "Yowes tak tuku sek". Orangnya keluar, tapi enggak balek balek. Dari pihak salon juga gak tau, dia hanya karyawan. Mau tidak mau ya harus bayar," jelasnya.

Korban kemudian menceritakan kejadian ke perempuan di salon rambut tersebut. Setelah itu korban diantarkan ke Karangjati, Kabupaten Semarang ke tempat temannya, dengan tujuan meminta pertolongan. Setelah bertemu rekannya, kemudian korban menghubungi Oktaviana.

"Awalnya nyari nomor HP saya di Facebook alhamdulillah ketemu. Terus temennya Ibu menghubungi saya. Nok ini ibu, disini tempatnya Budhe. Ini ibu disini nok, kondisinya lemes, habis dihipnotis sama orang. Motor jaket, dompet semua dibawa sama orang," katanya.

Selanjutnya, Oktaviana menghubungi adiknya, supaya ibunya di jemput di Karangjati untuk di ajak pulang. Sekarang ini, kondisi ibunya masih syok dan trauma. Selain itu juga masih kepikiran bertanggungjawab terkait sepeda motor yang disewa.

"Karena juga dari kita, ya mestinya disuruh ganti rugi. Cuma alhamdulillah itu dari tetangga, bilang supaya diurus dulu. Istilahnya dikasih kesempatan untuk nyari motornya dulu, siapa tau ketemu. Sama disuruh laporan ke kepolisian," katanya.

Sementara, Arif, adik kandung Oktaviana menyampaikan, telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Genuk, pasca kejadian. Pihaknya juga telah melakukan penelusuran keberadaan di tempat proyek pekerjaan yang disebut pelaku.

"Itu katanya ada dua proyek. Di kawasan Terboyo, saya cek kesana tidak ada. Saya tanyakan ke Satpam setempat juga gak ada. Sama proyekan di belakang Bandara Ahmad Yani, ngakunya proyek perumahan," jelasnya.

Arif juga menyebut, pelaku tersebut bernama panggilan Nur, dan mengaku warga asal Lasem. Menurutnya, pria tersebut yang diduga membawa kabur motor sewaan tersebut, yang diambil di tempat penitipan awa di wilayah Genuk.

"Ibu saya nyewa per hari Rp 65 ribu, punya tetangga. Udah ada rencana kalau gak dua hari empat hari. Sudah dikasih uang Rp 200 ribu lebih sama pelakunya. Katanya untuk jualan di proyek," imbuhnya. (mha/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#mandor #PENIPUAN #PROYEK