RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Rizal Setiawan, 27, warga Bergota, Randusari Semarang Selatan ini babak belur usai ketangkap melakukan perampasan handphone.
Pelaku ketangkap setelah sempat dilawan korban yang bodi badan lebih besar.
Pelaku melakukan aksi kejahatan di Jalan Sriwijaya, Wonodri, Semarang Selatan, Selasa (16/1) sekitar pukul 03.00.
Baca Juga: Tampang Pelaku Jambret Emak-Emak di Ungaran, Ternyata Beraksi karena Alasan Ini
Sedangkan yang menjadi korban adalah pria penjaga warung makan, bernama Jamian, 38, warga Kecamatan Candisari.
"Awalnya saya dari rumah, karena tidak bisa tidur, kemudian saya keluar cari angin. Terus lewat Jalan Sriwijaya, ada korban mainan HP sambil tiduran. Kemudian saya datangi," kata pelaku saat dihadirkan dalam rilis di Mako Zebra Satlantas Polrestabes Semarang, Sabtu (20/1) kemarin.
Pelaku datang dengan mengendarai sepeda motor matic, sembari membawa senjata tajam jenis golok kurang lebih 40 sentimeter.
Sajam tersebut disembunyikan di dalam jok motor. Kemudian menghampiri korban dan berpura-pura menanyakan jam (waktu).
"Motor saya parkir 3-4 meter. Terus saya todong. "HP nya Pak". Terus dia melawan, saya dipiting, terus saya digebuk, dibanting. Badannya lebih besar. Lalu dia teriak-teriak, warga pada berdatangan, terus saya dimassa," bebernya.
Pelaku mengaku, tak bisa berbuat banyak dan tak mampu melarikan diri.
Hingga akhirnya mendapat amukan warga. Bahkan, sajam yang dibawa tak dipergunakan apa-apa.
Alasannya, senjata tersebut sebelumnya dipakai untuk menebang pohon.
"Bawa sajam tidak buat membacok, gak berani, buat ngancam aja, terus dilawan. Melakukan, karena saya kepikiran isteri mau lahiran, sudah lima bulan (hamil), terus cari angin. Baru sekali ini," dalihnya.
Peribahasa mengatakan, Nasi Sudah Menjadi Bubur. Resiko atas perbuatannya, pelaku mendekam di ruang tahanan Mapolrestabes Semarang.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal dijerat pasal 368 KUHPidana, dengan ancaman sembilan tahun penjara.
"Modus pelaku melakukan pemerasan kepada korban dengan ancaman senjata tajam," kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar. (mha)
Editor : Tasropi