RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kirab tujuh mata air merupakan salah satu rangkaian tradisi Nyadran Kali di Desa Kandri, Gunungpati. Sabtu (6/1).
Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat Desa Kandri atas keberlimpahan mata air sebagai sumber kehidupan.
Kirab tujuh mata air sendiri merupakan pembawaan mata air dari tujuh Sendang di Desa Kandri (Sendang Gawe, Sendang Jambu, Sendang Setanjung, Sendang Nongko, Sendang Kali Kidul Wadon, Sendang Kali Kidul Lanang dan Sendang Gede).
Kemudian diarak oleh sekelompok pengarak dan diikuti warga sekitar menuju Sendang Gede.
Para pengarak terdiri dari pemimpin pengarak, penari, pembawa obor, pembawa kendi berisikan mata air, dan diikuti anak-anak pembawa obor elektrik yang diiringi alunan musik kenong.
Sebelum mengarak mata air menuju Sendang Gede, masyarakat berdoa bersama memohon keberkahan.
Kirab tujuh mata air juga dibarengi dengan kirab budaya. Tadisi ini sudah berlangsung dari 2010 dan dilaksanakan tiap tahunnya.
Sampainya di Sendang Gede, pengarak disambut oleh juru kunci dan penyerahan gayung. Kemudian dilanjut dengan pengumpulan tujuh mata air di dalam satu kendi, lalu air tersebut diusapkan ke wajah para pengarak dan ditutup dengan doa.
Ketua Panitia Nyadran Kali, Masduki, memaknai pengambilan mata air ini sebagai sumber kehidupan.
"Air ini dapat memberikan warga Kandri gemah ripah, loh jinawi, dan ketentraman," katanya.
Ia menambahkan, Nyadran Kali Kandri selain sebagai tradisi juga sebagai upaya pengenalan Desa Wisata Kandri."Kegiatan budaya dibalut pariwisata yang bisa menarik wisatawan."
Salah satu keunikan kirab yang dilakukan pada tahun ini adalah penggunaan obor elektrik menggantikan obor bambu. Hal ini dilakukan untuk alasan keamanan dan mengurangi polusi udara.
Kegiatan berlangsung lancar dan penuh khidmat. Nyadran Kali Kandri merupakan tradisi yang sarat makna.
Tradisi ini tidak hanya sebagai wujud rasa syukur dan cinta masyarakat Desa Kandri kepada alam, namun juga sebagai upaya untuk menjaga kelestarian sungai Kandri.
Dengan tetap melestarikan tradisi ini, diharapkan sungai Kandri dapat terus menjadi sumber air yang bersih dan bermanfaat bagi masyarakat. (mg1/mg2/mg3/mg4/mg5/fgr/bas)
Editor : Baskoro Septiadi