RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kegiatan belajar mengajar (KBM) di SD Negeri Muktiharjo Lor, terganggu banjir. Kemarin (28/11), siswa dan guru harus berjibaku dengan genangan air setinggi 15 sentimeter hingga 70 sentimeter saat penilaian akhir semester (PAS).
Banjir yang menggenangi lingkungan sekolah akibat hujan deras pada Senin (27/11) malam. Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, tiga ruang kelas tergenang banjir parah, akibat semburan air dari bawah dan limpasan dari Jalan Muktiharjo Raya. Ketinggian genangan air antara 30 - 70 sentimeter.
Kepala SD Negeri Muktiharjo Lor, Ngatijan menjelaskan, banjir ini terjadi saat pelaksanaan PAS I di hari kedua. "Banjir ini terjadi setiap tahun, sehingga kami tidak heran lagi dan selalu waspada," katanya.
Beberapa ruang kelas terendam dengan ketinggian mencapai 15 sentimeter. Meliputi kelas 5C, kelas 3B, kelas 3A, kelas 5A, dan kelas 5B. Sementara, masih satu deret, ruang UKS dan ruang administrasi tidak ada genangan. "Airnya dari bawah malah naik," ujarnya.
Kendati demikian, sejumlah ruangan terbebas dari banjir lantaran bangunan telah ditinggikan. Seperti kelas 1, kelas 2A dan kelas 2B dan kelas 6 tidak terdampak. Termasuk kantor guru, ruang komputer, dan kantor kepala sekolah.
"Alhamdulillah tidak ada masalah karena sudah ditinggikan 2022 lalu," terangnya.
Terlihat, ratusan siswa sambil nangkring dan mencincing celana atau roknya tetap bersemangat mengerjakan PAS.
Pihak sekolah berencana meninggikan sejumlah bangunan kelas menggunakan anggaran Arkas dan BOS. Utamanya di lingkungan sekolah sisi selatan.
Diakuinya, jika ada banjir seperti ini, pihak sekolah memberikan kelonggaran izin kepada siswa. Namun, saat PAS kali ini, pihak sekolah menganjurkan para siswa untuk berangkat.
"Saat ini ada 85 persen dari 414 siswa yang berangkat, selain 21 guru dan karyawan," ujarnya.
Salah seorang siswa kelas 6, Janet, sambil menggendong tas dan menjinjing sepatu yang dimasukkan ke dalam plastik terlihat tertatih-tatih berjalan kaki melewati Jalan Muktiharjo Raya saat berangkat sekolah.
"Kalau musim hujan ya gini mas, biasanya libur. Tapi, ini lagi semesteran, harus berangkat supaya mendapat nilai," ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Jawa Pos Radar Semarang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, hujan dengan intensitas deras pada Senin (27/11) pukul 19.30 hingga Selasa (28/11) dini hari mengakibatkan beberapa dampak.
Seperti di Jalan Padang Sarpo Raya Kelurahan Tlogosari Kulon ketinggian genangan air sekitar 40 - 60 sentimeter. (selengkapnya lihat grafis).
"Tindakan yang dilakukan yakni mendatangi lokasi kejadian, koordinasi dengan instansi terkait, melakukan assesmen atau dokumentasi dan membuat laporan," kata Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martantono. (fgr/zal)
Editor : Baskoro Septiadi