RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) menggelar Promosi Pangan Lokal Enak Bergizi (Pisang Legi) di Simpang Lima, Minggu (12/11).
Tujuannya untuk menggelorakan semangat masyarakat, kenyang tidak harus nasi beras.
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional Sarwo Edhy, dan Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Andriko Noto Susanto memasak Opor Singkong.
Setelah matang, Opor Singkong dibagikan kepada warga yang mengikuti Car Free Day di Simpang Lima. Tidak sampai lima belas menit, Opor Singkong pun habis tak tersisa.
Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menjelaskan kegiatan kampanye pendamping beras merupakan periode kedua.
Awalnya ini kecil pada beberapa waktu lalu, kaya dia tiga minggu lalu bertemu bersama Deputi yang pada saat itu beliau ini narasumber bahan pangan non beras, kami berdiskusi dengan pemerintah pusat.
"Alhamdulillah gayung bersambut, Bapanas mensuport dengan pangan lokal yang berasal dari lokal, ini adalah berdaulat pangan Indonesia, Jawa Tengah dan Semarang. Masyarakat semakin mengetahui bahan makanan yang di luar beras, terigu bisa kenyang bahkan bisa terpenuhi gizinya dan lebih murah," kata Wali Kota yang akrab disapa Mbak Ita.
Mbak Ita menambahkan, sebelumnya ada 114 stan makanan. Saat ini ada 400 stan yang meramaikan Pisang Legi, 90 di antaranya dari Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik, OPD Kota Semarang, PHRI dan lainya.
"Menampilkan makanan lokal non gizi dan non terigu," jelasnya.
Mbak Ita menambahkan, di Kota Semarang ada Garang Asem atau Gerakan Sayang Pangan Kota Semarang, yang mengambil dari Pasar Retail yang dibagikan ke masyarakat.
Selain itu, ada Cepaka atau Cegah Stunting Bersama Pengusaha Kota Semarang.
"Biasanya kalau di hotel itu kan ada lebih, dibuat diolah dan diberikan kepada stunting dan warga kurang mampu. Selain untuk makanan, ada sayur yang dimanfaatkan, semuanya kolaborasi untuk bagaimana pangan bisa dioptimalkan," katanya.
Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, sangat mendukung kegiatan Pisang Legi. Melalui masakan sumber daya lokal non beras.
"Kita lihat ada ayam dan tahu yang mengandung protein, tinggal ditambah buah untuk empat sehat lima sempurna," katanya.
Ia baru mengetahui ada masakan Opor Singkong yang sangat enak hasil masakan Wali Kota Semarang.
"Ternyata Ibu Wali ini kreatif dan inovatif, rasanya ueeenak sekali," katanya.
Ia mengimbau agar masyarakat mengurangi konsumsi nasi beras. Selain itu, menambah konsumsi pangan alternatif sumber pangan lokal.
Selain itu, Bapanas juga hemat pangan. Artinya mengkonsumsi pangan secukupnya. Jangan sampai ada lagi makanan yang terbuang.
Karena ada 30 persen makanan yang terbuang setara memberikan 61 - 125 juta jiwa. Sehingga ketika berhemat, beras akan cukup dan tidak perlu impor.
"Sehingga kami membina UMKM untuk melakukan industri pangan, khususnya pemanfaatan karbohidrat sebagai pengganti nasi," jelasnya.
Karena di Indonesia memiliki 77 komoditas karbohidrat yang dapat dijadikan pangan alternatif nasi. Sehingga tidak membuat gemuk.
"Sehingga badan kita akan sehat, mulai beralih ke pangan alternatif, beragam, bergizi, seimbang dan aman," katanya.
Pihaknya akan mengawasi peredaran pangan yang bersumber dari tumbuhan, dan hewani.
Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Andriko Noto Susanto, sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Pemkot Semarang untuk mengkampanyekan pangan lokal non beras.
"Pangan lokal kita bisa menjadi daulat pangan di negara kita," imbuhnya. (fgr/tas)
Editor : Tasropi