Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Mengenal 4 Jenis Durian asal Semarang yang Rasanya Bikin Nagih

Iskandar • Jumat, 3 November 2023 | 22:18 WIB
Freepik
Freepik

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kota dan Kabupaten Semarang dikenal sebagai sentra durian.

Namanya pun unik. Masing-masing memiliki kekhasan, baik dari sisi bentuk, rasa, dan teksturnya. Berikut lima jenis durian asal Semarang.

1. Durian Malika

Durian ini berasal dari Gunungpati, Kota Semarang. Durian Malika memiliki rasa  manis, dengan daging warna kuning. Tekstur durian ini kesat, tebal, namun lembut, dengan sedikit rasa pahit. 

Varietas durian Malika berasal dari Desa Kandri, Gunungpati. Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyampaikan bahwa durian Malika merupakan salah satu varietas durian unggul yang sudah bersertifikasi. 

Hevearita menyebut, Malika punya  citarasa yang pas dengan rasa yang manis dan sedikit rasa pahit.

Ciri khas lainnya, wanginya semerbak. Malika saat telah dikembangkan dan diduplikasi sebanyak 22 pohon untuk menjaga kelestarian, mengingat induk pohon tersebut hanya menyisakan satu pohon. 

"Induk pohon durian Malika ini berusia ratusan tahun dan tinggal satu. Namun, Pemkot Semarang berupaya mengembangkan duplikat hingga sekarang ada 22 pohon," kata perempuan yang disapa Mbak Ita.

2. Durian Kumbokarno

Seperti namanya, ukuran durian ini sangat besar. Hampir sama dengan durian montong, hanya saja  durian Kumbokarno bentuknya bulat, ovalnya lebih utuh dan mulus. 

Seperti durian Petruk yang dinamai  karena ukurannya panjang seperti hidungnya Petruk, nah durian Kumbokarno ukurannya  besar, tapi tidak panjang.

Varietas durian ini  tumbuh di area Gunungpati, Mijen, Kota Semarang, serta di Boja, Kabupaten Kendal. Kumbokarno banyak dijual di Pasar Ace Mijen, Semarang.

3. Durian Yu Yem

Durian ini banyak ditemukan di wilayah Kecamatan Mijen, Kota  Semarang. Varian durian ini bertekstur lembut atau creamy.

Penamaan varietas Yu Yem diambil dari nama pemilik pohon durian, yakni Sutiyem.

M Kholil, putra Sutiyem, merupakan penerus yang saat ini memiliki lebih dari 20 pohon durian varietas Yu Yem.

Satu pohon di kebun Sutiyem kini telah berusia 130 tahun. “Kalau Yu Yem itu nama yang diberikan Dinas Pertanian, pada saat kami mengikuti lomba,” ucap Kholil, warga Kampung Kuncen, Kelurahan Bubagan, Mijen. Kholil sendiri merupakan pedagang durian yang sukses. 

4. Durian Brongkol

Durian ini banyak dijumpai di Desa Brongkol, tepatnya di kaki Gunung Kelir, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.

Durian jenis  memiliki ciri rasa legit dan dagingnya yang tebal. Akibat cuaca buruk, buah durian di Desa Brongkol tidak terlalu banyak.

Kades Brongkol, Heru Sandhora menyampaikan bahwa durian Drongkol, merupakan durian asli Desa Brongkol, Kabupaten Semarang. “Aroma yang menyengat agak pedas, menjadi  ciri khas Brongkol,” kata Heru. (isk/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#semarang #durian