RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sudah tiga hari ini, pemadaman api kebakaran di TPA Jatibarang Semarang hingga Minggu (8/10/2023) malam belum tuntas.
Upaya penanganan selanjutnya, akan dilakukan dengan helikopter water bombing, untuk pemadaman.
"Kemarin kami sudah meminta kepada BNBP untuk meminta lagi heli water bombing, dan insya Allah besok pagi (Senin) helinya datang. Dan pelaksanaanya akan dilaksanakan pada hari Selasa dengan menggunakan water bombing," ungkap Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, saat tinjauan di TPA Jatibarang, Minggu (8/10/2023) malam.
Kebakaran di TPA Jatibarang ini terjadi pada Jumat (6/10/2023) sekitar pukul 11.15. Lokasi berada di zona dua dan menjalar ke zona empat.
Bahkan sempat menyambar ilalang di perbukitan, samping TPA Jatibarang, bagian dua zona tersebut.
"Personel yang dilibatkan dalam setiap hari sekitar 150-200 orang. Langkah-langkah ini sudah terus dilakukan, api sudah semakin mengecil meski titik-titiknya masih cukup banyak," bebernya.
Secara global, luasan TPA Jatibarang mencapai 46 hektare, terdiri zona satu hingga empat. Sedangkan lokasi yang terbakar kali ini berada di zona tiga dan empat, total luasan mencapai lima hektare. Tiga hektare diantaranya berada di zona tiga.
"Sebenarnya kendalanya itu karena ini titiknya cukup luas, dan kendala itu ada di akses masuk ke tempat lokasi kebakaran ini makanya mau tidak mau kita harus menggunakan water bombing," katanya.
Upaya lain yang dilakukan, yaitu terkait dengan menyiapkan dua unit mobil ambulance dan petugas medis, yang stanby di lokasi TPA.
Kemudian, mendirikan dapur umum baik dari BPBD maupun dari Pemerintah Kota Semarang untuk menunjang kegiatan pemadaman ini.
Menanggapi terkait kerugian materi, Mana menjelaskan kebakaran tersebut juga menyambar tiga kandang sapi. Kemudian ada juga tiga sapi yang ikut meninggal.
"Mungkin karena asap. Ini nanti akan kita bicarakan terkait dengan bantuan yang akan kami serahkan pada peternak itu," pungkasnya. (mha/bas)
Editor : Baskoro Septiadi