Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Benih Jagung Hibrida R7 Hasilkan Panen Melimpah, dengan Metode Pupuk Berimbang Urea dan NPK

Figur Ronggo Wassalim • Rabu, 27 September 2023 | 17:57 WIB
Suasana pengembangan jagung hibrida di Kafe Alam, Selasa siang (26/9).
Suasana pengembangan jagung hibrida di Kafe Alam, Selasa siang (26/9).

RADARSEMARANG.ID, Semarang -  Sebanyak enam puluh petani dari Kelompok Tani Bangunkarso, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen mengembangkan jagung hibrida dari benih jagung R7 di Kafe Alam, Selasa (26/9).

Manajer Area Jawa Tengah Raja Restu Agropro Jayamas, Bambang Arianto, mengungkapkan benih Jagung Hibrida R7 memiliki keistimewaan, seperti lebih toleran terhadap cuaca.

"Sebenarnya ada tujuh varietas, tetapi pengembangannya ada empat, R7 Ultimate, R7 Red, R7 Gold, dan terbaru R7 Union," katanya.

Pihaknya bekerja sama dengan Pupuk Indonesia (PI) PT. Petrokimia Gresik agar membantu para petani dalam melakukan pemupukan dengan baik dan benar. Ia berharap, dengan adanya produk dalam negeri ini dapat membantu petani lokal.

"Karena ini produk lokal, dapat dikembangkan di Indonesia to. Cinta produk dalam negeri," jelasnya.

Sub Koordinator Produksi Tanaman Pangan,dari dinas kota bu Ratmi menjelaskan benih jagung hibrida R7 dari Restu Argopro Jayamas sudah diuji coba, termasuk jenis R7 Red sejak awal Juni.

"Alhamdulillah berhasil, pupuknya dari Pupuk Indonesia menggunakan NPK," katanya.

Benih Jagung R7 sangatlah efektif. Karena biasanya 1 hektare menghasilkan 10 ton, tetapi dengan menggunakan benih jagung hibrida dari R7 menghasilkan panen sebanyak 19 ton per hektare basah. 

Diakuinya, produksi jagung hibrida lebih maksimal pada musim kemarau karena serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) lebih kecil. Apalagi benih R7 tahan dengan penyakit hama/bule jagung. 

Di Kelompok Tani Bangunkarso, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen menggunakan Pioner seperti P18, P27. Pergantian varietas terjadi karena air melimpah sehingga menghasilkan produksi lebih tinggi.

Selain menghasilkan panen melimpah, harga jagung pipil Rp 6.500 per kilogramnya. Padahal biasanya Rp 5.000 per kilogramnya. 

"Harapannya dengan varietas baru, petani di sini dapat menanam jagung dengan perguliran varietas, untuk memutus rantai OPT sehingga bisa menggunakan Varietas R7," katanya.

Sekretaris Camat Mijen, Suhartini, sangat mengapresiasi pengenalan jagung hibrida varietas R7.

"Karena untuk petani ini membeli benih yang tidak perlu air banyak sehingga petani masih ada harapan ketika elnino ini, sehingga inflasi dapat menurun," jelasnya. (fgr/web/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#PETANI #kelompok tani #web #jagung