RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LK PBNU) menggelar NU Health Summit 2023 di auditorium II Kampus III UIN Walisongo Semarang.
Tujuan kegiatan tersebut meningkatkan manajemen dan SDM untuk berkhidmat kepada umat di bidang kesehatan.
Salah satu yang menjadi fokus pembahasan adalah percepatan penanganan stunting di lima provinsi.
Kegiatan bertajuk ‘Orkestrasi Harakah Kesehatan mengawal Abad Kedua’ itu dibuka langsung oleh Ketua Pengurus Besar NU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).
Acara juga dihadiri oleh Mneteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Ketua LK PBNU Zulfikar As’ad mengungkapkan, NU Health Summit 2023 digelar sebagai bentuk keseriusan NU menangani kesehatan masyarakat. Sebab, misi tersebut melekat sejak NU didirikan.
“Kita ingin tunjukkan bahwa NU tidak hanya mengurus tahlilan. Tapi juga persoalan kesehatan umat, ngurusi kesakitan, dengan menyatukan rekan seprofesi dan bersinergi dengan pemerintah,” terang Zulfikar.
Dalam sambutannya Gus Yahya menggelorakan spirit riayatul ummah. NU yang notabene ulama nusantara selalu memiliki tradisi unik yang tak ditemukan di belahan dunia manapun.
Selain urusan ngaji, semua yang menjadi hajat umatnya juga diurus. Di antaranya persoalan ekonomi, keluarga, dan kesehatan.
“Punya tanggung jawab jasmani dan rohani terhadap bangsa. Karena mindset tanggung jawab ulama itu dalam peran riayatul ummah,” tutur Gus Yahya.
Oleh karena itu, penting NU mengakrabi dan bergulat bersama umat. Semua organisasi di tubuh NU harus mampu mendampingi, mengawani, dan merawat umat.
Sehingga spirit riayatul ummah bukan untuk kepentingan organisasi sendiri. Namun juga bentuk khidmat kepada bangsa dan negara Indonesia.
“Membantu supaya tanggung jawab pemerintah bisa terlaksana lebih baik, tepat sasaran, dan berdampak langsung ke masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kolaborasi antara pemerintah dengan PBNU dibutuhkan untuk mempercepat penyelesaian persoalan kesehatan di Indonesia.
Kerja sama yang akan segera berjalan meminta bantuan PBNU mensosialisasikan gerakan anak sehat yang kaitannya dengan stunting dan pemenuhan gizi di seluruh indonesia.
Beberapa pilot project untuk program tersebut adalah lima provinsi di Indonesia.
“Akan segera jalan kerja sama melalui Mbak Lisa (Alissa Wahid). Rumah sakit, klinik, hingga perguruan tingginya kan banyak itu dikonsolidasikan supaya bisa membantu,” terangnya.
Disamping itu pihaknya juga ingin memastikan agar kualitas tenaga kesehatan, klinik, dan rumah sakit di NU meningkat.
Pembentukan persatuan dokter NU juga akan didukung dari aspek kualitas maupun kuantitasnya.
“Jumlah saat ini kan baru sekitar 1.200 semoga ke depan lebih banyak lagi,” tandasnya.
Ketua Tanfidziyah PBNU Alissa Wahid mengungkapkan, Kementerian Kesehatan mengajak PBNU untuk memperkuat Posyandu dengan mengerahkan seluruh kader NU.
Yakni dengan melakukan program pendampingan secara intensif. Diantaranya melakukan pendidikan keluarga di desa sehingga pencegahan stunting bisa dilakukan secara langsung.
“Di tahap awal ada lima provinsi yang menjadi penyumbang angka stunting tertinggi yakni mencapai 40 persen. Di antaranya Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, dan Sumatera Utara,” pungkasnya.
Kegiatan yang berlangsung mulai 11-13 Agustus 2023 tersebut, menggandeng Asosiasi Rumah Sakit NU (ARSINU), Perhimpunan Dokter NU (PBNU), dan Asosiasi Perguruan Tinggi Kesehatan NU (APTIKESNU). (mia/zal)
Editor : Ida Nor Layla