Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Semarang Fashion Trend Unggulkan Kekayaan Budaya Kota Semarang

Khafifah Arini Putri • Kamis, 10 Agustus 2023 | 17:07 WIB

Salah satu model membawakan busana dengan tema Java Heritage dalam acara Semarang Fashion Trend (SFT) di BBPVP Semarang Rabu (9/8).
Salah satu model membawakan busana dengan tema Java Heritage dalam acara Semarang Fashion Trend (SFT) di BBPVP Semarang Rabu (9/8).
  

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Semarang Fashion Trend (SFT) kembali digelar oleh Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang bekerja sama dengan Indonesian Fashion Chamber (IFC) Semarang. Tahun ini, SFT mengusung tema Java Heritage.

Kekayaan budaya dan keanekaragaman wastra Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang, jadi karya ready to wear craft fashion kontemporer berselera global.

Ini tercermin dari ragam busana yang dibawakan pada model. Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Anwar Sanusi.

Turut hadir pula Ketua Dekranasda Kota Semarang Alwin Basri, Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng Ahmad Aziz, serta ketua IFC Semarang Ina Priyono.

Pembukaan dilanjutkan dengan penampilan fashion show hasil rancangan para desainer. Para model pun berlenggak-lenggok dengan lihai di atas catwalk. Mereka memeragakan satu per satu pakaian bernuanasa Wastra Jawa Tengah tersebut.

Ketua IFC Semarang Ina Priyono mengatakan, Jawa Tengah memiliki kekayaan fashion yang sangat potensial untuk dikembangkan. Selain itu juga memiliki daya saing yang tak kalah dengan provinsi lainnya di Indonesia.

Di antaranya, keberagaman hasil wastra Nusantara tersebut adalah batik, tenun, sulam, bordir, ecoprint. Karya ini menjadi kekuatan Jawa Tengah sebagai pusat destinasi wisata belanja produk Ready to Wear Craft Fashion.

“Temanya heritage ya harapannya ini mendorong agar Kota Semarang menjadi salah satu ‘Kota Mode’ yang menjadi acuan tren di Indonesia yang mengutamakan konten lokal wastra dari Jawa Tengah untuk mampu berkompetensi di pasar Internasional,” kata Ina Rabu (9/8).

Kegiatan diikuti oleh 126 desainer dari seluruh Jateng. Berlangsung mulai 9-12 Agustus 2023. Konsep besar SFT, kata dia, sebagai sebagai muara perkembangan terkini industri busana siap pakai berbasis craft fashion di Jawa Tengah. Meliputi segi kualitas, kuantitas, inovasi bisnis, teknologi, maupun tren terkini.

Sementara Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng Ahmad Aziz mengatakan kegiatan ini dapat menggelorakan dunia fesyen di Jawa Tengah.

Terutama memberikan inspirasi pada pelaku industri fesyen. Khususnya pelaku UKM. Sehingga hasil karya mereka banyak digandrungi masyarakat. 

Aziz mengaku, industri kreatif seperti ini turut mendukung kemajuan industri pariwisata di Jawa Tengah. Melalui kegiatan ini pelaku usaha fesyen ditantang untuk terus berinovasi agar mampu bersaing di pasar global.

“Kami mendukung para pelaku industry fesyen dapat terus berkembang dan semkin layak untuk berkompetisi di pasar Internasional,” ungkapnya. (kap/ton)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Semarang Fashion Trend #Indonesian Fashion Chamber (IFC) #BBPVP