SEMARANG, Radar Semarang – Sebanyak 27 lapak pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Masjid Jumadil Kubro ditertibkan Satpol PP Kota Semarang Kamis (3/8).
Sebelumnya mereka sudah mendapatkan surat peringatan untuk melakukan pembongkaran.
Dari 27 PKL, 20 lapak sudah dibongkar secara mandiri.
Tujuh sisanya terpaksa dibongkar menggunakan alat berat, dengan kondisi lapak sudah kosong dan tidak ada perlawanan dari pemilik lapak.
“Rencana pembongkaran sudah kita komunikasan tiga bulan lalu, awal Juli kita mau bongkar. Tapi pedagang minta waktu agar bisa dibongkar akhir Juli,” kata Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto.
Pihaknya juga telah memberikan surat peringatan (SP) 1 dan SP 2 dan meminta pedagang membongkar secara mandiri.
Adanya pembongkaran ini dilakukan karena dibangunnya proyek nasional yakni Tol Semarang Batang.
“Nanti akan kita cari alternatif tempat relokasi pedagang . Mungkin di eks Terboyo, atau dimana kita carikan,” jelasnya.
Terpisah, Konsultan Proyek Jalan Tol Semarang - Demak Dodi Indra Wirawan mengatakan, para pedagang telah mendapatkan tali asih sesuai kesepakatan yakni Rp 5 juta per lapak dan sudah diserahkan awal Juni lalu.
Targetnya, proyek bisa selesai pada akhir tahun.
Sementara untuk keseluruhan proyek tol ditargetkan rampung dua tahun ke depan.
“Nanti setelah dibongkar, kita akan lakukan peninggian jalan dan perbaikan saluran dari Kaligawe sampai Genuk dan di bawah flyover,” bebernya. (den/ton)
Editor : Baskoro Septiadi