Total 378 Riset Dibedah, UIN Salatiga Bidik Produk hingga Paten

Dhinar Sasongko • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 12:53 WIB
Para narasumber AIICARE yang dihelat LP2M UIN Salatiga
Para narasumber AIICARE yang dihelat LP2M UIN Salatiga

 

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mulai menggenjot hilirisasi hasil riset. Sebanyak 378 paper dipaparkan dalam Annual International Interdisciplinary Conference and Research Expo (AIICARE) 2026 di Hotel Laras Asri Salatiga, 5-6 Oktober 2026.

Kegiatan yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Salatiga itu menjadi ajang untuk membedah sekaligus mengekspos hasil penelitian agar tidak berhenti sebagai laporan akademik.

Dari total paper tersebut, 165 di antaranya berasal dari peserta luar UIN Salatiga. Sedangkan 213 paper merupakan hasil riset dari lingkungan UIN Salatiga.

Ketua Panitia AIICARE 2026 Hammam Ph.D mengatakan, hasil penelitian dosen perlu didorong agar bisa diterima dan dimanfaatkan masyarakat. Karena itu, konferensi tidak sekadar menjadi ruang presentasi, tetapi juga bagian dari upaya mendorong hasil riset menuju tahap penerapan.

Baca Juga: UIN Salatiga Mendunia, FTIK Sabet World Unique Award di Thailand

“Harapannya hasil penelitian tidak berhenti di laporan. Hasil riset bisa dipaparkan, diterima masyarakat, dan ke depan menjadi sesuatu yang terapan,” katanya.

AIICARE 2026 merupakan penyelenggaraan tahun ketiga. Sekitar 150 peserta dari dalam dan luar negeri mengikuti kegiatan tersebut dengan menghadirkan akademisi dari sejumlah perguruan tinggi nasional maupun internasional.

Sejumlah pembicara internasional turut hadir, di antaranya Associate Professor Dr Abd Razak Zakaria dari University of Malaya dan Associate Professor Dr Syamsul Azizul Marinsah dari Universiti Malaysia Sabah, Malaysia.

Selain itu, hadir Prof Anak Agung Ayu dari Universitas Mahasaraswati Denpasar serta Prof Farhana Zaman dan Associate Professor Ashek Mahmud dari Jagannath University, Dhaka, Bangladesh. Rektor UIN Salatiga Prof Zakiyuddin Baidhawy menjadi keynote speaker.

Hammam mengakui, meski pelaksanaan AIICARE sudah memasuki tahun ketiga dan memberikan dampak positif terhadap pengembangan budaya riset, hasil penelitian yang masuk tahap penerapan masih belum maksimal.

“Dampaknya lumayan bagus. Kegiatan ini sudah tahun ketiga. Memang belum maksimal untuk terapan,” ujarnya.

Ke depan, LP2M UIN Salatiga menargetkan hasil riset tidak hanya berhenti pada publikasi atau presentasi ilmiah. Penelitian diharapkan dapat dikembangkan menjadi inovasi yang bisa diterapkan di masyarakat hingga menghasilkan produk dan paten.(sas)

Editor : Baskoro Septiadi
lp2m uin Salatiga Hammam Ph.D Rektor UIN Salatiga