RADARSEMARANG.ID – Kota Salatiga kembali menorehkan prestasi nasional. Sebanyak 1.759 anak PAUD dan TK berhasil memecahkan Rekor Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) melalui kegiatan menyanyikan medley lagu dolanan anak terbanyak dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026.
Rekor tersebut mendapat nomor urut 1.033 dari Leprid. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas inisiatif Bunda PAUD Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, yang menggagas ribuan anak untuk kembali mengenal dan mencintai lagu-lagu dolanan tradisional sebagai bagian dari pelestarian budaya bangsa.
Dalam sambutan yang dibacakan perwakilan Leprid, lembaga tersebut menilai keberhasilan ini bukan semata-mata diukur dari jumlah peserta, tetapi dari nilai pendidikan, pelestarian budaya, pembentukan karakter, serta manfaat yang ditinggalkan bagi masyarakat.
"Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan semakin berkurangnya anak-anak yang mengenal lagu dolanan tradisional, kegiatan ini menjadi langkah nyata mengajak generasi muda mencintai kembali warisan budaya bangsa," demikian isi sambutan Leprid.
Leprid juga memberikan apresiasi kepada Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG, beserta Pemerintah Kota Salatiga yang dinilai konsisten mendukung berbagai program kreatif, inovatif, dan inspiratif. Dukungan pemerintah dinilai menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pembangunan karakter generasi penerus.
Menurut Leprid, Kota Salatiga merupakan salah satu daerah yang memiliki komitmen kuat dalam melahirkan berbagai prestasi. Berbagai rekor yang berhasil diraih menjadi bukti bahwa kota ini mampu menghadirkan kegiatan edukatif yang berdampak positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat identitas sebagai kota yang menjunjung tinggi budaya dan prestasi.
Leprid menegaskan, lagu dolanan anak bukan sekadar hiburan, melainkan warisan budaya yang mengandung nilai kebersamaan, kegembiraan, sopan santun, gotong royong, kreativitas, hingga kecintaan terhadap tanah air. Nilai-nilai tersebut dinilai penting diwariskan kepada generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi.
Selain rekor menyanyikan medley lagu dolanan anak, Salatiga juga telah mengukir sejumlah prestasi bersama Leprid, di antaranya pembagian 7.000 nasi kenduri kepada 7.000 warga, Senam Anak Indonesia Hebat yang diikuti 2.515 pelajar SD dan SMP, Bunda Membacakan Cerita secara serentak yang melibatkan 1.275 ibu dan anak, pembagian 1.275 liangkok kepada masyarakat dalam rangka Hari Jadi Kota Salatiga ke-1.275, serta Festival Kampung Singkong yang mengangkat potensi lokal hingga memperoleh pengakuan Leprid.
Deretan penghargaan tersebut menunjukkan komitmen Salatiga dalam menghadirkan program yang tidak hanya memecahkan rekor, tetapi juga menjadi sarana edukasi, pelestarian budaya, penguatan karakter, pemberdayaan masyarakat, serta promosi potensi daerah.
Leprid berharap capaian tersebut menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia bahwa sebuah rekor akan memiliki makna lebih besar apabila memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan meninggalkan warisan positif bagi generasi mendatang.
Editor : Baskoro Septiadi