RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Salatiga kembali mengukir prestasi di kancah nasional. Dalam ajang Konsolidasi PSGA Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang berlangsung di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pada 1-2 Juli 2026, UIN Salatiga berhasil meraih Juara 2 pada kategori Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG) Award.
Penghargaan ini diberikan kepada institusi yang dinilai konsisten dalam menerapkan kebijakan responsif gender, di mana Juara 1 diraih oleh IAI Tarbiyatut Tholabah Lamongan, sementara posisi ketiga berhasil diamankan oleh PSGA UIN Walisongo Semarang.
Rektor UIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag., menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut. Ia menekankan bahwa prestasi ini merupakan perwujudan visi UIN Salatiga untuk memajukan martabat kemanusiaan melalui ekosistem yang inklusif.
Baca Juga: Lepas 669 Wisudawan, Rektor Unimus Tekankan Creative Thinking
Prof. Zakiyuddin menambahkan bahwa prestasi ini membuktikan keseriusan UIN Salatiga dalam menjamin kesetaraan serta perlindungan bagi seluruh warga kampus.
"Lebih dari itu, langkah ini adalah bagian dari komitmen kita untuk menghadirkan institusi pendidikan yang berdampak luas, tidak hanya bagi sivitas akademika, tetapi juga bagi masyarakat umum demi kemajuan martabat kemanusiaan yang berkeadilan," ungkap Rektor.
Senada dengan hal tersebut, Ketua LP2M UIN Salatiga, Hammam, Ph.D., menekankan bahwa keberhasilan ini selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin gender equality.
"Kami di LP2M terus mendorong agar isu gender dan anak diintegrasikan ke dalam Tridharma Perguruan Tinggi. Penghargaan ini adalah indikator bahwa program kerja yang kami susun telah berada di jalur yang tepat untuk menciptakan perubahan yang sustainable (berkelanjutan) dan inklusif," jelas Hammam.
Sementara itu, Kepala PSGA UIN Salatiga, Dr. Aprilian Ria Adisti, M.Pd., mengungkapkan bahwa kegiatan konsolidasi yang diikuti oleh 44 PTKI se-Indonesia ini menjadi sarana strategis bagi para pengelola PSGA untuk menyamakan langkah dalam menguatkan peran pusat studi sebagai instrumen penting bagi terciptanya perguruan tinggi yang transformatif dan membangun budaya nir kekerasan seksual.
"Penghargaan ini menjadi tantangan bagi kami untuk bekerja lebih baik lagi dalam memperkuat pendampingan dan edukasi. Kami berkomitmen untuk terus membumikan nilai-nilai responsif gender dan anak agar manfaatnya dirasakan nyata oleh masyarakat luas secara berkelanjutan," tutup Aprilian.
Editor : Baskoro Septiadi