Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Long Weekend, Wisata Air Kali Odo Tuntang Jadi Primadona

Dhinar Sasongko • Minggu, 31 Mei 2026 | 12:48 WIB
Suasana Kali Odo saat libur panjang
Suasana Kali Odo saat libur panjang

 

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Saat musim kemarau tiba, banyak destinasi wisata air menghadapi penurunan debit.

Namun cerita berbeda hadir di Kali Odo, Desa Gedangan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Wisata air yang berasal dari ujuh mata air ini yang menjadi sumber kehidupan wisata.

Air disana justru mengalir semakin deras ketika kemarau datang.

Baca Juga: Warga Perum Griya Reja Mulya Salatiga Digegerkan Ayam Berkokok Tengah Malam, Ternyata Ada Ular Sanca 4 Meter di Kandang

Keunikan itu bukan hanya menghadirkan kesegaran bagi pengunjung, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi puluhan warga desa.

Di bawah pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gedangan, kawasan wisata Kali Odo berkembang menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat sekitar Salatiga dan Kabupaten Semarang.

Lokasinya yang berada tidak jauh dari Jalan Lingkar Salatiga, tepatnya dari Perempatan Kecandran, membuat akses menuju lokasi relatif mudah.

"Kalau akhir pekan atau musim liburan, pengunjung bisa mencapai 500 orang dalam sehari," kata Hartono, penjaga loket wisata Kali Odo.

Menurut Hartono, wisatawan tidak hanya berasal dari Salatiga dan Kabupaten Semarang.

Banyak pula pengunjung dari Boyolali, Solo, Ambarawa, hingga Ungaran yang sengaja datang untuk menikmati suasana alami Kali Odo.

Salah seorang pengunjung asal Boyolali bahkan mengaku rela menempuh perjalanan dengan sepeda motor bersama keluarganya hanya untuk bersantai dan menikmati kesejukan mata air di lokasi tersebut.

Baca Juga: Partisipasi TKA Siswa Salatiga Lampaui Nasional, Tiga Sekolah Swasta Jadi Jawara

Mereka hanya jajan gorengan dan kopi sembari duduk melihat keriuhan pengunjung lain bermain air.

Setiap pengunjung dewasa dikenai tiket masuk Rp 5.000, sedangkan anak-anak gratis. Sementara parkir sepeda motor dikenakan tarif Rp 3.000.

Tarifnya sangat terjangkau. Aktivitas wisata tersebut mampu menggerakkan roda ekonomi desa.

Di sepanjang kawasan wisata, warga membuka stan makanan ringan tradisional, minuman, hingga aneka jajanan khas yang banyak diburu pengunjung.

Tidak sedikit warga yang memperoleh tambahan penghasilan dari ramainya wisata tersebut.

Selain berdagang, sebagian terlibat dalam pengelolaan parkir, kebersihan, keamanan, hingga layanan wisata seperti penyewaan jeep dan jasa foto drone.

Baca Juga: Perempuan Pejalan Kaki Tewas Tertabrak Kereta di Dekat Jembatan Sukarela Semarang, Korban Sempat Duduk di Pos Palang Pintu 

Kali Odo menawarkan suasana yang sulit ditemukan di kawasan perkotaan. Rimbunnya pepohonan membuat udara terasa sejuk sepanjang hari.

Sementara air yang berasal dari tujuh mata air alami tampak jernih dan segar sehingga menjadi tempat favorit anak-anak untuk berenang dan bermain air.

Fenomena paling unik dari Kali Odo adalah debit airnya yang justru meningkat saat musim kemarau.

Kondisi itu membuat wisata ini tetap ramai ketika banyak tempat wisata air lain mulai mengalami penyusutan sumber air.

Bagi BUMDes Gedangan, keberadaan Kali Odo bukan sekadar objek wisata. Tempat ini menjadi aset desa yang mampu mengubah potensi alam menjadi sumber pendapatan masyarakat.

Di tengah tantangan ekonomi pedesaan, tujuh mata air Kali Odo membuktikan bahwa kekayaan alam yang dikelola desa dapat menghadirkan manfaat nyata.

Air yang terus mengalir dari perut bumi tak hanya menjadi sumber kesegaran bagi wisatawan, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga dari hari ke hari.(sas)

Editor : Baskoro Septiadi
#gedangan Tuntang #bumdes gedangan #Kali Odo #Wisata Air