Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Salatiga Peringkat 2 Jateng, Bukti Otonomi Tak Sekadar Seremoni

Dhinar Sasongko • Senin, 27 April 2026 | 13:59 WIB
Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 digelar di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (27/4). Sekretaris Daerah Salatiga, Muthoin, hadir mewakili wali kota.
Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 digelar di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (27/4). Sekretaris Daerah Salatiga, Muthoin, hadir mewakili wali kota.

 

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Momentum Hari Otonomi Daerah ke-30 tak sekadar seremoni bagi Kota Salatiga. Di tengah sorotan kinerja pemerintah daerah, Salatiga justru tancap gas. Hasilnya nyata: peringkat kedua terbaik se-Jawa Tengah dalam Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) 2024 atas LPPD 2023.

Prestasi ini diumumkan dalam upacara tingkat provinsi yang digelar di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (27/4). Sekretaris Daerah Salatiga, Muthoin, hadir mewakili wali kota.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam amanatnya menegaskan arah besar otonomi daerah: bukan lagi soal administrasi, tapi dampak nyata. Ia menyentil keras ego sektoral yang kerap menghambat pemerataan pembangunan.

Baca Juga: Gelar Pelatihan Publikasi Ilmiah, Mahasiswa Prodi PIAUD UIN Salatiga Bisa Lulus Tanpa Skripsi

“Pelayanan publik tidak lagi berorientasi administrasi. Harus berorientasi kemanfaatan. ASN itu pelayan masyarakat,” tegasnya.

Pernyataan itu seolah menjadi penegas bahwa capaian Salatiga bukan kebetulan. Kinerja birokrasi yang mulai bergeser ke pelayanan berbasis manfaat menjadi kunci. Di tengah tuntutan efisiensi anggaran dan sinkronisasi pusat-daerah, Salatiga mampu menjaga ritme.

Dalam daftar penghargaan, Salatiga hanya kalah dari Kota Surakarta di kategori kota. Sementara di level kabupaten, Klaten, Sragen, dan Wonogiri mendominasi. Untuk kategori Standar Pelayanan Minimal (SPM), penghargaan jatuh ke Kota Magelang, Kota Semarang, serta Kabupaten Karanganyar, Klaten, dan Kebumen.

Muthoin menyebut capaian ini sebagai hasil kerja kolektif. Bukan hanya perangkat daerah, tetapi juga partisipasi publik.

“Ini buah kerja bersama. Tantangannya bukan mempertahankan, tapi meningkatkan,” ujarnya.

Baca Juga: Pelaksanaan Ujian Sumatif di Kabupaten Semarang Jadi Otonomi Masing-masing Sekolah

Tema peringatan tahun ini, “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, terasa relevan. Di tengah tekanan efisiensi dan ekspektasi publik yang kian tinggi, ukuran keberhasilan daerah kini makin jelas: seberapa cepat kebijakan berdampak langsung ke masyarakat.

Upacara turut dihadiri Wakil Gubernur, Forkopimda, kepala daerah penerima penghargaan, hingga jajaran BUMD dan ASN Pemprov Jateng.(sas)

Editor : Tasropi
#Hari Otonomi Daerah #ASN Pemprov #Kantor Gubernur Jawa Tengah