RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Halaman Rumah Dinas Wali Kota Salatiga mendadak riuh, Jumat (24/4). Tawa anak-anak TK pecah dalam kegiatan Dolanan Bareng Bunda PAUD. Bukan sekadar acara seremonial, momen ini jadi “perlawanan halus” terhadap dominasi gawai di usia dini.
Bunda PAUD Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, turun langsung membaur. Ia tak hanya menyapa, tetapi ikut bermain bersama anak-anak. Engklek (sodamanda), kelereng, gangsing, hingga gobag sodor kembali “hidup” di tangan generasi kecil.
Anak-anak berlari, melompat, dan saling bersorak. Energi mereka tumpah di permainan tradisional yang kini mulai terpinggirkan. Di sinilah pesan penting disisipkan: bermain tak harus dengan layar.
Baca Juga: Inovasi Kreatif PAUD dalam Menstimulasi Motorik Halus Anak Usia Dini
“Seru sekali bermain bersama hari ini. Bunda senang melihat anak-anak ceria dan semangat. Jangan lupa makanannya dihabiskan, terutama sayur dan lauknya, agar tubuh sehat, kuat, dan tetap bisa bermain dengan gembira,” tegas Retno.
Usai berkeringat, anak-anak langsung disuguhi Makanan Bergizi Bersama (MBG).
Menu disiapkan dengan komposisi lengkap—karbohidrat, sayur, protein nabati dan hewani, hingga susu.
Tak sedikit anak yang awalnya pilih-pilih, akhirnya ikut lahap setelah dimotivasi langsung oleh Bunda PAUD.
Dinas Kesehatan pun tak tinggal diam. Edukasi gizi disisipkan secara ringan namun mengena.
Anak-anak dikenalkan pentingnya makan seimbang untuk tumbuh kembang optimal—bukan sekadar kenyang.
Retno juga memberi “warning” kepada pengelola MBG agar tak main-main soal kualitas. Menurutnya, asupan gizi adalah fondasi utama generasi masa depan.
Di akhir acara, bingkisan dibagikan. Wajah-wajah sumringah tak bisa disembunyikan. Sesi foto bersama pun jadi penutup yang hangat.
Kegiatan ini mengirim pesan kuat: membangun generasi sehat tak cukup dari ruang kelas. Perlu gerak, tawa, interaksi, dan tentu saja—gizi yang terjaga. Salatiga pun memberi contoh, bahwa cara sederhana bisa berdampak besar.(sas)
Editor : Tasropi