RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menandai perjalanan panjangnya dengan merayakan Dies Natalis ke-56.
Momentum ini menjadi refleksi sekaligus pijakan untuk memperkuat arah pengembangan kampus berbasis ekoteologi dan konsep green campus.
Rektor UIN Salatiga, Zakiyuddin Baidhawy, menyampaikan bahwa usia 56 tahun merupakan fase kematangan institusi.
Baca Juga: Mahasiswa UIN Salatiga Turun ke Rutan, Suntik Pemahaman Kesetaraan Hukum dan Gender
Sejak berdiri pada 1970 sebagai filial dari UIN Walisongo Semarang melalui Fakultas Tarbiyah, UIN Salatiga terus berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi keagamaan yang diperhitungkan.
“Di usia yang cukup matang ini, kami ingin terus berkembang dan bersinergi dengan berbagai pihak,” ujarnya.
Dalam peringatan dies natalis kali ini, UIN Salatiga mengangkat tiga isu strategis yang mencakup skala lokal, nasional, hingga global.
Fokus utama ke depan adalah penguatan konsep ekoteologi, yakni pendekatan keilmuan yang memadukan nilai-nilai teologi dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Baca Juga: Jadi Rujukan Nasional, FTIK UIN Salatiga Kawal Pendirian Prodi Baru UIN Kediri
Konsep tersebut diwujudkan dalam pengembangan green campus, yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek fisik ramah lingkungan, tetapi juga kesadaran akademik dan spiritual civitas kampus terhadap keberlanjutan lingkungan hidup.
“Ekoteologi bisa dimaknai sebagai upaya mendalami nilai-nilai teologi yang harus berjalan selaras dengan lingkungan. Ini menjadi arah penting pengembangan kampus kami ke depan,” tambahnya.
Selain itu, UIN Salatiga juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk media.
Salah satunya dengan Jawa Pos Radar Semarang yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung kemajuan kampus.
Baca Juga: UKSW dan Wanadri Bersatu Hijaukan Kampus dan Negeri, Trembesi Jadi Simbol Aksi Nyata
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jawa Pos Radar Semarang, Baehaqi, turut menyampaikan ucapan selamat atas Dies Natalis ke-56 UIN Salatiga. Ia juga menyerahkan simbolis bunga anggrek merak putih kepada rektor sebagai bentuk apresiasi dan dukungan.
Perayaan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga momentum penguatan visi UIN Salatiga sebagai kampus yang adaptif, kolaboratif, dan berwawasan lingkungan di tengah tantangan global.(sas)
Editor : Tasropi