RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Program pembinaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Salatiga mulai menunjukkan hasil.
Rabu (9/4), sebanyak 65 kilogram lele dipanen dari kolam budidaya yang dikelola warga binaan bersama petugas.
Hasil panen langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur rutan. Sebagian lainnya dijual kepada petugas sebagai bagian dari pengembangan usaha produktif.
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rondi menegaskan, budidaya lele bukan sekadar kegiatan pengisi waktu.
Program ini dirancang untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang bisa dimanfaatkan setelah bebas.
“Tidak hanya untuk konsumsi, tapi juga jadi bekal kemandirian warga binaan,” ujarnya.
Program tersebut memanfaatkan lahan kosong di dalam rutan. Sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian pangan dan pemberdayaan warga binaan.
Baca Juga: Dari Sapu dan Debu, Tumbuh Harapan di Balik Tembok Rutan
Salah satu warga binaan, Hamam, mengaku antusias mengikuti kegiatan itu.
Selain menambah keterampilan, ia menilai budidaya lele memberi pengalaman baru yang bermanfaat.
“Senang bisa ikut. Kami jadi tahu cara beternak lele yang benar,” katanya.
Pihak rutan berharap program serupa terus dikembangkan agar pembinaan tidak berhenti di dalam tembok, tetapi berlanjut saat warga binaan kembali ke masyarakat.(sas)
Editor : Tasropi