Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dari Sapu dan Debu, Tumbuh Harapan di Balik Tembok Rutan

D
Penulis: Dhinar Sasongko❯
Sekelompok warga binaan tampak sibuk membersihkan halaman, Kamis (2/4).
Sekelompok warga binaan tampak sibuk membersihkan halaman, Kamis (2/4).

Advertisement

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Pagi itu, suara sapu beradu dengan lantai memecah keheningan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salatiga.

Di balik tembok tinggi dan pagar besi, sekelompok warga binaan tampak sibuk membersihkan halaman, Kamis (2/4). Bukan sekadar rutinitas, kerja bakti ini menghadirkan cerita tentang harapan yang pelan-pelan dirawat.

Dalam rangka Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP), Rutan Salatiga menggelar bakti sosial kebersihan lingkungan. Menariknya, kegiatan ini melibatkan langsung warga binaan yang tengah menjalani program asimilasi.

Bersama para petugas, mereka menyapu, merapikan, hingga membersihkan sela-sela pagar yang selama ini jarang tersentuh.

Salah seorang warga binaan mengaku kegiatan seperti ini memberi makna berbeda. “Rasanya seperti kembali dipercaya. Bisa melakukan hal sederhana, tapi berguna,” ujarnya pelan sambil terus mengayunkan sapu.

Advertisement

Kepala Rutan Salatiga, Anton Adi Ristanto, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya soal kebersihan lingkungan.

Lebih jauh, ini menjadi bagian dari proses membangun kembali rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri warga binaan.

“Pembinaan itu tidak melulu di dalam ruangan. Lewat kegiatan seperti ini, mereka belajar bekerja sama, peduli, dan merasa menjadi bagian dari lingkungan,” jelasnya.

Suasana hangat terasa sepanjang kegiatan. Tak ada sekat yang kaku antara petugas dan warga binaan. Mereka bekerja berdampingan, sesekali bercanda ringan, menciptakan momen kebersamaan yang jarang terlihat dari luar tembok rutan.

Bagi sebagian warga binaan, kegiatan sederhana ini menjadi ruang kecil untuk menata ulang diri. Dari sapu dan debu yang dibersihkan, terselip harapan untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih baik saat bebas nanti.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Di Balik Jeruji Besi, Warga Binaan Lapas IIA Magelang Terlindungi Program JKN Melalui Skema PBI

Di Balik Jeruji Besi, Warga Binaan Lapas IIA Magelang Terlindungi Program JKN Melalui Skema PBI

Kini, penghuni lapas bisa mengakses layanan kesehatan terbaik secara gratis karena ditanggung BPJS Kesehatan.

9.551 Napi di Jateng Dapat Remisi, Gubernur Luthfi: Benahi Diri dan Jangan Ulangi

9.551 Napi di Jateng Dapat Remisi, Gubernur Luthfi: Benahi Diri dan Jangan Ulangi

Sebanyak 9.551 narapidana dan anak binaan di Jawa Tengah mendapat remisi dan pengurangan masa pidana pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer