RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Kabar rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April memicu peningkatan aktivitas pembelian di sejumlah SPBU di Kota Salatiga.
Salah satunya terlihat di SPBU di jalan Osamaliki
Sejak pagi hingga siang, suasana di SPBU tersebut terpantau ramai.
Meski tidak sampai menimbulkan antrean panjang, kendaraan yang datang silih berganti membuat area pengisian tetap padat.
Di jalur pengisian BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar, antrean berkisar antara 5 hingga 7 mobil di setiap nosel.
Kondisi ini berlangsung stabil, dengan arus kendaraan yang terus mengalir.
Salah satu warga, Wati, mengaku sengaja mengisi penuh tangki mobilnya sebagai langkah antisipasi.
Selama ini ia menggunakan Pertamax untuk kendaraannya.
“Kabarnya naik kisaran Rp 5.000 per liter,” ujarnya.
Berbeda dengan Wati, seorang pengemudi lain yang ditemui di lokasi mengaku tidak mengetahui kabar kenaikan harga BBM.
Ia menyebut kedatangannya ke SPBU murni untuk mengisi bahan bakar seperti rutinitas awal pekan.
Baca Juga: Heboh di Medsos Harga BBM Naik Per April 2026, Begini Respons Pertamina
“Saya tidak tahu soal kenaikan. Ini memang biasa isi di awal minggu,” katanya.
Sebagai informasi, Pertalite dan Biosolar saat ini masih berstatus BBM bersubsidi yang penyalurannya diatur pemerintah.
Namun, isu kenaikan harga tetap memengaruhi perilaku konsumen, terutama dalam meningkatkan volume pembelian menjelang waktu yang disebut-sebut sebagai momen penyesuaian harga.(sas)
Editor : Baskoro Septiadi