Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kasus Penyakit Saat Lebaran Terkendali, Dinkes Salatiga Pastikan Layanan Tetap Siaga

Dhinar Sasongko • Jumat, 27 Maret 2026 | 09:57 WIB
Kepala Dinkes Kota Salatiga, Prasit Al Hakim
Kepala Dinkes Kota Salatiga, Prasit Al Hakim

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Salatiga memastikan tidak terjadi lonjakan kasus penyakit selama libur Lebaran 2026.

Meski mobilitas masyarakat meningkat saat arus mudik dan balik, kondisi kesehatan warga relatif terkendali.

Baca Juga: Mutasi 22 Pegawai, Bank Salatiga Perkuat SDM dan Pilar Hukum

Hasil pemantauan Dinkes menunjukkan, kasus yang muncul masih didominasi gangguan pencernaan seperti dispepsia dan diare.

Selain itu, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) juga menjadi temuan yang cukup banyak selama periode tersebut.

Kepala Dinkes Kota Salatiga, Prasit Al Hakim, menegaskan secara umum tidak ada peningkatan signifikan.

“Kasus masih dalam kategori wajar. Didominasi gangguan pencernaan dan ISPA,” ujarnya, Jumat (27/3).

Baca Juga: Hujan Tetap Semangat Berburu Spot Foto, Kota Lama Jadi Penyumbang Wisatawan Tertinggi

Untuk mengantisipasi potensi penyebaran penyakit selama arus mudik, Dinkes telah menyiapkan sejumlah langkah.

 Di antaranya melalui edukasi kesehatan kepada masyarakat lewat media sosial resmi dan fasilitas layanan kesehatan.

Tak hanya itu, seluruh fasilitas kesehatan—mulai rumah sakit, puskesmas hingga klinik—disiagakan.

Kesiapan tersebut meliputi ketersediaan obat-obatan, bahan medis habis pakai, hingga dukungan logistik kesehatan lainnya.

Layanan kegawatdaruratan juga dipastikan tetap optimal melalui Public Safety Center (PSC) 119 Salatiga Medical Emergency Services (SMES). Layanan ini disiapkan untuk merespons cepat kebutuhan medis darurat masyarakat.

“Jika mengalami kondisi darurat saat perjalanan mudik, masyarakat bisa menghubungi PSC 119 atau mendatangi posko kesehatan terdekat,” imbuhnya.

Di sisi lain, Dinkes mengakui ada kendala selama libur Lebaran. Terutama terkait terbatasnya layanan fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti klinik dan praktik dokter mandiri yang tidak seluruhnya beroperasi saat cuti bersama.

Baca Juga: TPG April 2026 Cair Kapan? Ini Jadwal Resmi Terbaru, Batas Krusial 15 April yang Sering Diabaikan Guru Bisa Jadi Penyebab Gagal Cair

Meski begitu, pelayanan kesehatan secara umum tetap berjalan.

Rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta, tetap membuka layanan, termasuk poliklinik, selama libur Lebaran.

Langkah ini dinilai efektif untuk menekan potensi lonjakan pasien usai libur panjang. Sekaligus memastikan pasien dengan penyakit kronis tetap mendapatkan layanan kontrol rutin.

“Ini untuk menjaga kesinambungan pelayanan dan mencegah penumpukan pasien setelah libur,” tandas Prasit. (sas)

Editor : Baskoro Septiadi
#DINKES #libur Lebaran #salatiga