
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Temuan kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Semarang saat ini mencapai 240 orang pada periode Januari sampai Mei 2026 kemarin.
Diketahui virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga penderitanya rentan terhadap berbagai macam penyakit.
Dari data yang ada tahun 2010 sampai 2026 Mei kemarin, ada sekitar 8.648 temuan kasus HIV.
Kenaikan kasus baru terus meningkat dari tahun ke tahun, seperti di tahun 2015, ada 499 kasus baru. Lalu ditahun 2016 asa 549 kasus baru.
Baca Juga: Disdik Jateng Segera Data Anak Putus Sekolah dan Blank Spot Pendidikan di Lereng Sumbing-Merapi
Sementara di tahun 2017 jumlahnya naik menjadi 552 kasus, di tahun 2018 ada 630 kasus baru.
Temuan kasus kembali naik di tahun 2019 menjadi 679 kasus. Lalu di tahun 2020 ada 521 kasus baru, di tahun 2021ada 508 kasus.
Kemudian naik lagi menjadi 678 kasus baru, ditahun 2022, lalu ada 719 kasus baru di tahun 2023.
Sementara ditahun 2024 ada 680 kasus baru, dan di tahun 2025 ada 612 kasus baru.
"Kenaikan kasus ini terjadi karena Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, gencar melakukan layanan skrining dan deteksi dini, berupa layanan tes HIV di faskes dan kelompok masyarakat yang memiliki resiko," kata Kepala Dinkes Kota Semarang, M. Abdul Hakam, Rabu (3/6).
Dia menjelaskan, tingginya temuan kasus HIV di Kota Semarang menunjukkan semakin banyak masyarakat yang berhasil dijangkau layanan pemeriksaan dan deteksi dini, bukan semata-mata mencerminkan peningkatan penularan HIV di masyarakat.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




