Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ramp Check Bus di Terminal Tingkir, Petugas Temukan APAR Kedaluwarsa hingga Pintu Darurat Terhalang

Dhinar Sasongko • Kamis, 12 Maret 2026 | 14:59 WIB

Petugas gabungan melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) terhadap sejumlah bus yang masuk ke Terminal Tipe A Tingkir, Kota Salatiga, Kamis (12/3/2026).
Petugas gabungan melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) terhadap sejumlah bus yang masuk ke Terminal Tipe A Tingkir, Kota Salatiga, Kamis (12/3/2026).

 

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Petugas gabungan melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) terhadap sejumlah bus yang masuk ke Terminal Tipe A Tingkir, Kota Salatiga, Kamis (12/3/2026).

Pemeriksaan ini dilakukan menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran. Tujuannya guna memastikan armada angkutan penumpang aman dan laik jalan.

Ramp check melibatkan unsur Dinas Perhubungan, Satlantas Polres Salatiga, Dinas Kesehatan, serta pengelola terminal. Selain memeriksa kondisi kendaraan, petugas juga mengecek kesehatan awak bus.

 Baca Juga: Dari Hobi Jadi Rezeki, Cerita Galih Perajin Miniatur Bus Asal Semarang yang Karyanya Banyak Diburu Kolektor

Kepala Terminal Tipe A Tingkir Salatiga, Vicky Chandra Yanuar mengatakan, pemeriksaan terpadu tersebut merupakan langkah pencegahan agar kecelakaan lalu lintas tidak kembali terjadi, terutama seperti insiden bus terguling di Tol Jatingaleh yang menimbulkan korban jiwa.

“Ramp check ini kami lakukan bersama Satlantas Polres Salatiga, Dinas Perhubungan Kota Salatiga, dan Dinas Kesehatan untuk memastikan kendaraan bus laik jalan dan laik operasional,” ujarnya.

Tim memeriksa berbagai aspek kendaraan, mulai dari kelengkapan keselamatan hingga kondisi teknis. Di sisi lain, awak bus juga menjalani pemeriksaan kesehatan.

Pemeriksaan kesehatan meliputi tes urine, pengecekan gula darah, kolesterol, tekanan darah, hingga pemeriksaan fisik dasar seperti tinggi dan berat badan. “Untuk sementara hasilnya masih laik melanjutkan perjalanan,” kata Vicky.

Meski begitu, petugas masih menemukan sejumlah kekurangan pada beberapa armada. Di antaranya alat pemadam api ringan (APAR) yang sudah kedaluwarsa, sabuk pengaman yang hanya tersedia di kursi pengemudi, serta pintu darurat yang terhalang.

 Baca Juga: PT Cahaya Pariwisata Transportasi Dibekukan Buntut Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Tol Krapyak Semarang

“Ada bus yang APAR-nya sudah kedaluwarsa. Lalu seat belt hanya ada di kursi pengemudi, untuk penumpang belum tersedia. Pintu darurat juga masih ada yang terhalang,” jelasnya.

Temuan tersebut langsung disampaikan kepada awak kendaraan untuk diteruskan kepada perusahaan otobus.

Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas I Jawa Tengah juga akan mengirimkan surat kepada pimpinan perusahaan agar segera melengkapi kekurangan tersebut.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Salatiga, Rita, mengatakan pihaknya melakukan pemeriksaan kesehatan ringan kepada para pengemudi bus.

Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta tes narkoba. Selain itu, tim juga memeriksa makanan siap saji yang dijual di area terminal bekerja sama dengan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Lingkungan.

“Untuk hasil pemeriksaan sopir sampai sekarang masih aman,” ujarnya.

Ia menambahkan, gangguan kesehatan yang sering dialami pengemudi umumnya berkaitan dengan kelelahan akibat kurang istirahat. Kondisi tersebut dapat memicu tekanan darah meningkat maupun gangguan metabolik.

 Baca Juga: Diduga Gangguan Rem, Mobilio Alami Kecelakaan Tunggal di Salatiga

Di sisi lain, sopir bus Eko Prasetya menyambut baik kegiatan ramp check tersebut. Menurutnya, pemeriksaan kendaraan dan kesehatan kru penting untuk menjamin keselamatan penumpang.

“Dengan adanya pemeriksaan ini faktor keamanan dan keselamatan penumpang lebih terjamin. Kalau tidak ada cek seperti ini, bisa saja bus yang seharusnya tidak jalan tetap beroperasi,” katanya.

Eko menambahkan, pemeriksaan semacam ini biasanya dilakukan menjelang momen besar seperti arus mudik dan arus balik Lebaran. Dari sisi kru, perusahaan juga rutin melakukan perawatan armada serta memastikan kondisi kesehatan pengemudi.

“Yang pasti maintenance bus dulu, perawatan berkala dari perusahaan. Kami juga menjaga kesehatan supaya benar-benar fit saat di jalan,” ujarnya.

Untuk menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini, perusahaan otobus tempatnya bekerja menyiapkan sekitar 12 unit armada untuk melayani penumpang. (sas)

Editor : Tasropi
#terminal tipe A #POLRES SALATIGA #dinas perhubungan