Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Lintas Agama Ikut Berburu Takjil di Salatiga Creative Fest, Suasana Penuh Toleransi

Dhinar Sasongko • Jumat, 20 Februari 2026 | 04:47 WIB
Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Langit sore di Kota Salatiga terlihat cerah ketika ribuan orang memadati Jalan Langensuko dan Margosari.

Aroma kolak, gorengan, dan aneka minuman segar bercampur dengan alunan musik yang mengalun dari panggung kecil di tengah keramaian.

Di antara kerumunan itu, tak hanya umat Muslim yang datang untuk ngabuburit.

Warga lintas agama pun larut dalam suasana yang sama: berburu takjil dan merayakan kebersamaan.

“Kita juga datang untuk berburu war takjil,” ujar Handrianus sambil tersenyum, ia berburu jajanan dari ujung ke ujung acara. ia datang bersama kerabatnya, menikmati suasana yang menurutnya “hangat dan penuh toleransi.”

Deretan tenda pedagang berjajar rapi dari pertigaan Jalan Jenderal Sudirman hingga perempatan Jalan Muh Yamin.

Meski ribuan warga menyerbu, suasana tetap tertib. Anak-anak berlarian kecil, remaja berswafoto, sementara orang tua berbincang santai menunggu waktu berbuka.

Keramaian terasa semakin nyaman dengan pentas musik yang menghibur. Lagu-lagu akrab di telinga masyarakat membuat pengunjung ikut bersenandung.

Di sudut lain, Tari Sufi dipentaskan, menghadirkan nuansa religius yang khusyuk namun tetap membumi.

Di salah satu tenda, Adista tampak sibuk melayani pembeli. Mahasiswi pemilik stand Memo.Mine itu mengaku sudah rutin berjualan setiap Ramadan. Namun tahun ini terasa berbeda.

“Baru buka sepuluh menit, pudingnya langsung habis. Kaget banget,” ujarnya sembari tertawa kecil. Ia berjanji besok akan menambah stok. Baginya, ajang ini bukan sekadar berjualan, tetapi juga belajar membaca selera pasar dan membangun relasi dengan pelanggan.

Adista adalah satu dari sekitar 150 pelaku UMKM yang ambil bagian dalam Salatiga Creative Fest.

Bagi mereka, setiap gelas minuman yang terjual bukan hanya soal omzet, tetapi juga harapan—untuk membantu biaya kuliah, menambah penghasilan keluarga, hingga mengembangkan usaha kecil yang dirintis dari rumah.

Salatiga Creative Fest resmi dibuka oleh Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., pada Kamis (19/02/2026) sore.

Mengusung tema “Ramadan Ceria, UMKM Berdaya”, kegiatan ini akan berlangsung selama 29 hari, dari 19 Februari hingga 20 Maret 2026.

Dalam sambutannya, Wali Kota berharap kegiatan ini tak hanya menjadi hiburan dan arena ngabuburit, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kualitas dan pendapatan UMKM di Salatiga.

Evaluasi di akhir kegiatan pun direncanakan, agar dampaknya benar-benar terukur.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Salatiga, Dr. Bayu Joko Mulyono, menyebutkan bahwa ratusan UMKM yang terlibat menghadirkan beragam produk—mulai dari makanan, minuman, aksesori hingga fesyen.

Ia optimistis, waktu hampir sebulan penuh ini akan memberi dampak signifikan bagi perputaran ekonomi lokal.

Tak hanya soal jual beli, kepedulian sosial pun hadir. Paket sembako dibagikan kepada masyarakat oleh Baznas Kota Salatiga dan Paguyuban Kawula Keraton Surakarta (Pakasa) Kota Salatiga, menjadi pengingat bahwa Ramadan adalah bulan berbagi.

Di tengah riuhnya transaksi dan hiburan, Salatiga Creative Fest menjelma menjadi ruang perjumpaan. Ruang di mana perbedaan melebur dalam antrean takjil.

Ruang di mana UMKM kecil mendapat panggung. Ruang di mana mahasiswa seperti Adista belajar menjadi pengusaha tangguh.(sas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Takjil #lintas agama #salatiga