RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Minimnya tempat dan waktu manggung menjadi tantangan tersendiri bagi pengurus Himpunan Artis Musik Keroncong Indonesia (Hamkri) Kota Salatiga.
Mereka berharap Pemkot bisa memfasilitasi keinginan tersebut.
Baca Juga: AKBP Basuki Tersangka Kasus Tewasnya Dosen Untag Semarang Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara
Hal itu diungkapkan Agus Taufik, salah satu anggota Hamkri Kota Salatiga usai kegiatan anjangsana pengurus baru Hamkri putara ke VII.
Anjangsana Hamkri putaran ke-VII, yang menjadi tuan rumah adalah orkes keroncong Harmoni yang dipimpin Agus Taufik dari Tingkir Tengah.
Baca Juga: Waspada Tindak Kejahatan Penipuan, Ini Tips dari BRI agar Aman Bertransaksi Perbankan Saat Nataru
Disampaikan dia, jika keluh kesah para seniman di Salatiga adalah tidak adanya wadah / tempat khusus untuk menyelenggarakan event rutinan.
Ia mencontohkan kota Solo dan Semarang yang ada gedung untuk pentas dan gratis.
"Sudah pernah kita sampaikan ke Disbudpar tetapi terkendala dana," jelasnya.
Bertempat di pendopo kelurahan Tingkir Tengah Salatiga, sekitar 90an tamu mengikuti kegiatan anjangsana.
"Kegiatan ini bertujuan merekatkan hubungan kekeluargaan sesama anggota Hamkri, agar lebih mengenal satu sama lainnya," ujar Agus.
Karena selama ini sesama seniman Keroncong, lanjut dia, banyak yang belum mengenal, dan juga untuk mengetahui kemampuan masing-masing group kroncong di Salatiga.
Disisi lain, kegiatan ini menjadi ajang promosi kepada Sekaligus khalayak bahwa di Salatiga ada musik keroncong.
Kota Salatiga saat ini punya sekitar 16 grup dengan total 83 personel. Hamkri diketuai oleh Suyanto, salah satu musisi keroncong senior di Salatiga.(sas)
Editor : Tasropi