Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Peringati 1 Windu Paroki Kristus Raja Semesta Alam Salatiga, Gelar Diskusi Lintas Iman

Dhinar Sasongko • Senin, 3 November 2025 | 18:30 WIB
Peringati 1 Windu Paroki Kristus Raja Semesta Alam Salatiga, Gelar Diskusi Lintas Iman Dalam rangka memperingati 1 Windu Paroki Kristus Raja Semesta Alam (KRSA), Tegalrejo,
Peringati 1 Windu Paroki Kristus Raja Semesta Alam Salatiga, Gelar Diskusi Lintas Iman Dalam rangka memperingati 1 Windu Paroki Kristus Raja Semesta Alam (KRSA), Tegalrejo,

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Dalam rangka memperingati 1 Windu Paroki Kristus Raja Semesta Alam (KRSA), Tegalrejo, Salatiga, digelar Sarasehan Pamong Umat, Tokoh Masyarakat, Generasi Muda, dan Tokoh Agama Lintas Iman di Aula Gedung Pastoral Paroki KRSA, Minggu (2/11/2025). 

Kegiatan bertema “Menembus Lorong Persaudaraan: Merawat Bumi, Merawat Ciptaan” ini diikuti lebih dari 120 peserta lintas iman, terdiri dari pamong umat Katolik, tokoh masyarakat RT/RW, serta perwakilan dari masjid, Gereja Protestan, dan Vihara di sekitar wilayah Tegalrejo.

Selain menjadi forum refleksi, acara ini juga menghadirkan pembagian bibit pohon tanjung kepada seluruh peserta sebagai simbol harapan bersama.

Tiga narasumber lintas iman hadir memberikan inspirasi, yaitu Romo Dr. Ir. Paulus Wiryono Tamtama, S.J., M.Sc., Drs. KH. Noor Rofiq (Ketua FKUB Kota Salatiga), dan Bapak Purwanto, M.Pd. (Ketua BKGS Salatiga). 

     Dalam narasi awal yang disampaikan oleh KH. Noor Rofiq, dipaparkan bagaimana upaya-upaya Kota Salatiga dalam menjaga toleransi sedemikian rupa hingga mampu mempertahankan predikat kota tertoleran nomor 1 di Indonesia. 

    Hal itu diperkuat oleh Purwanto selaku ketua BKGS dan dalam paprannya disampaikan pula bagaimana arti manusia dan keberadaan ditengah alam dan sesama.

Hal ini ditutup dengan paparan Romo Wir, panggilan akrab Romo Wiryono yang merupakan mantan rektor di beberapa universitas swasta di Indonesia. 

    Ia menyinggung dokumen gereja yang menjadi landasan manusia menjaga alam dan ciptaan (Laudato Si) serta landasan Fratelli tutti yang berisikan ajakan untuk membangun persaudaraan dan persahabatan universal di antara semua orang.

Ketiganya mengajak masyarakat untuk memperkuat kerja sama lintas iman dalam menghadapi krisis iklim dan menjaga keutuhan ciptaan sebagai tanggung jawab bersama.

    Sarasehan ini ditutup dengan aksi simbolis pembagian bibit pohon tanjung kepada seluruh peserta, dengan slogan “Nandur Berkah, Nuwuhake Pengarep-arep” — yang berarti menanam berkat, menumbuhkan harapan.(sas)

Editor : Tasropi
#paroki #gereja Protestan