RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Kecelakaan lalu lintas berat terjadi di Jalan Soekarno Hatta, tepatnya di Simpang 3 ABC depan Luwes, Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, pada Senin (11/08/2025) menyisakan pertanyaan.
Tim dari Dinas Perhubungan melakukan pengecekan kondisi truk yang berada di Satlantas. Dari informasi, truk sudah berusia 19 tahun dan disebutkan temuan tentang surat kelaikkan jalan.
"Teman teman sudah ke lokasi kita tunggu saja hasilnya untuk diumumkan," jelas Guntur Junanto, plt Kadinas Perhubungan.
Sementara dari CCTV yang terlihat, truk itu berjalan pelan di lokasi. Terlihat kepala truk goyang kiri kanan. Tampaknya supir sudah menyadari kondisinya. Truk yang berada di lajur kanan, sempat pindah ke kiri tetapi balik lagi ke kanan.
Setelah itu menabrak deretan kendaraan di traffic light. Awalnya menabrak grandmax pikup dan menabrak beberapa kendaraan di depannya. Termasuk motor korban.
"Untuk masukkan tentang evaluasi lampu, kita akan kaji ulang bersama stakeholder," imbuh Guntur.
Sebagaimana diberitakan, Insiden yang melibatkan lima kendaraan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dan dua lainnya mengalami luka-luka. Truk membawa barang dari sekitar Boyolali hendak ke Semarang.
Kecelakaan tersebut melibatkan Truk Tronton No. Pol H-9327-OW (pengemudi Setyo Kaharto, Semarang), Daihatsu Grandmax No. Pol S-8507-WQ (pengemudi Nanang Nurdiansah, Jombang), Mazda Vantrend No. Pol H-1187-LL (pengemudi Kasri, Salatiga), Sepeda motor Honda Vario No. Pol H-4061-MK (pengendara Nindya Dewanti Permata, Salatiga) dan Sepeda motor Honda Vario No. Pol H-4504-TC (pengendara Yulfa Mafi’atun, Salatiga) plh Kasi Humas Polres Salatiga Ipda Sutopo menjelaskan, kronologis kejadiannya berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, truk tronton yang melaju dari arah Tingkir menuju Semarang.
Diduga mengalami rem blong saat mendekati Simpang 3 ABC. Saat itu, di depannya terdapat Grandmax, Vantrend, dan dua sepeda motor yang sedang berhenti karena lampu lalu lintas menyala merah.
Truk tidak mampu berhenti dan menabrak beruntun kendaraan yang ada di depannya, mengakibatkan kecelakaan lalu lintas berat.
Korban meninggal yakninYulfa Mafi’atun, 36, guru, warga Blotongan, Sidorejo, mengalami luka sobek di kepala dan patah kaki kiri sementara korban luka yakni Yuli Suwarti, 49, mengalami luka sobek di kepala, tangan, dan kaki, dan Aninda Dana Puspitasari, 13, mengalami luka di kepala dan kaki. (sas)
Editor : Baskoro Septiadi