RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Repertoar lagu "Lir Ilir" karya Kanjeng Sunan Kalijaga menggema hingga ke setiap sudut Auditorium Lantai Tiga Ahmad Dahlan UIN Salatiga, menyentuh lembut telinga ratusan mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Salatiga.
Lagu tersebut dilantunkan oleh Dekan FTIK, Prof. Dr. Rasimin, M.Pd., dalam acara "Pelatihan Penulisan Kreatif Sastra Anak: Lagu dan Dongeng" yang diselenggarakan oleh Prodi PIAUD pada Rabu (13/11/2024).
Menurut Prof. Rasimin, warisan musik tradisional seperti "Lir Ilir" memiliki peran krusial dalam membentuk karakter anak-anak.
Melalui khazanah lagu-lagu budaya ini, anak-anak dapat mempelajari nilai-nilai luhur, mengembangkan imajinasi, dan memahami berbagai aspek kehidupan dengan cara yang menyenangkan.
"Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memperkaya dunia anak dengan repertoar lagu tradisional agar berfungsi sebagai sarana pendidikan yang efektif," ujarnya.
"Dalam konteks budaya dan keislaman, lagu tradisional berfungsi sebagai media ampuh untuk menginternalisasi nilai-nilai agama dan budaya sejak usia dini. Melalui melodi-melodi warisan leluhur, anak-anak diperkenalkan pada kekayaan kearifan lokal di sekitar mereka. Sementara itu, lagu-lagu tradisional yang berlandaskan ajaran Islam menanamkan nilai-nilai seperti cinta kasih, toleransi, dan tanggung jawab yang menjadi landasan dalam kehidupan mereka sebagai seorang Muslim," tambahnya.
Sementara itu, M. Agung Hidayatulloh, S.S., M.Pd.I., Ketua Program Studi PIAUD, menyoroti tujuan diselenggarakannya kegiatan ini.
"Visi UIN Salatiga adalah menjadi pusat unggulan ilmu keislaman, keadaban, dan humaniora berbasis wasathiyyah menuju keluhuran martabat kemanusiaan pada tahun 2045. Pelatihan ini digelar untuk memperkuat visi tersebut, terutama dalam aspek seni," ungkapnya.
"Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membentengi hilangnya kearifan lokal dari derasnya arus budaya asing yang kian marak. Saya yakin, dengan membekali mahasiswa PIAUD keterampilan menciptakan lagu berbasis budaya dan Islam, mereka akan menjadi penggerak yang terus melestarikan lagu-lagu tradisional Islami," tambahnya.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber inspiratif, Dr. Mulyono, M.Hum., Dosen Universitas Negeri Semarang, dengan moderator Ahmad Alfan Rizka Al-Hamami, M.Hum., peneliti pada Digital Repository of Endangered and Affected Manuscripts in Southeast Asia (DREAMSEA).
Dalam sesi tersebut, Dr. Mulyono membagikan langkah-langkah esensial dalam menciptakan lagu tradisional yang mengusung nilai-nilai Islam.
Di awal pemaparannya, Dr. Mulyono menekankan pentingnya menggali esensi nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal sebagai dasar penciptaan lagu.
"Langkah pertama adalah memilih tema yang dekat dengan dunia anak-anak, seperti kisah inspiratif, akhlak mulia, atau budaya lokal yang kaya makna," jelasnya.
Narasumber juga menjelaskan teknik penulisan lirik yang sederhana namun mendalam agar mudah diingat dan berkesan bagi anak-anak.
"Penggunaan bahasa yang sederhana dan pengulangan dalam lirik akan memudahkan anak-anak dalam menghafal dan meresapi pesan moral yang disampaikan," tambahnya.
Tidak hanya lirik, Dr. Mulyono juga menyoroti pentingnya melodi yang memikat namun tetap berakar pada musikalitas tradisional.
"Melodi harus mampu membangkitkan perasaan dan imajinasi anak-anak, sekaligus mempertahankan ciri khas musik lokal yang autentik," ujarnya dengan penuh semangat.
Antusiasme peserta terlihat jelas dalam sesi ini. Mereka aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, dan berbagi ide tentang cara mengintegrasikan lagu tradisional dalam pembelajaran.
"Pelatihan ini benar-benar membuka wawasan kami. Sebagai calon pendidik, kami merasa lebih terinspirasi untuk menciptakan media pembelajaran yang tidak hanya kreatif tetapi juga sarat makna," ungkap salah satu mahasiswa.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi mahasiswa PIAUD dalam bidang seni dan budaya, serta menginspirasi mereka untuk menjaga sekaligus mempopulerkan lagu-lagu tradisional Islami.
Dengan demikian, generasi muda dapat tumbuh dengan pondasi nilai-nilai luhur yang tertanam melalui karya-karya musik yang berakar pada budaya dan keislaman.(sas)
Editor : Tasropi