RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Ternyata tidak hanya SD Muhammadiyah plus Salatiga saja yang rutin menggelar program field trip atau study tour ke luar negeri.
Ada SD lainnya yang melakukan hal sama yaitu
SD Lebah Putih Salatiga.
Di Long Weekend kali ini, belasan siswa Kelas 5 SD Lebah Putih Salatiga Melakukan Edutrip ke Luar Negeri.
Edutrip mempunyai arti kegiatan yang menggabungkan antara kegiatan wisata dengan edukasi dan pengetahuan baru melalui program yang didesain sesuai kebutuhan.
Kegiatan ini dilakukan di luar lingkungan sekolah. Edutrip mempunyai tujuan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap anak.
Sejak angkatan pertama, yaitu tahun 2014 SD Lebah Putih Salatiga setiap tahun mengadakan edutrip ke luar negeri yang diprogramkan untuk kelas 5.
Karena memang sudah diprogramkan, maka di awal masuk kelas 1 wali murid sudah menabung.
Sekolah tidak mewajibkan seluruh siswa kelas 5 untuk mengikuti ini. Bagi yang tidak berkenanpun tidak masalah.
Hari ini, Jumat 10 Mei 2024 sampai dengan tanggal 15 Mei 2024 siswa-siswi kelas “Cirrus” (sebutan kelas 5 di Lebah Putih) akan berpetualang menjelajahi Negara tetangga, yaitu Singapura dan Malaysia.
Dalam Edutrip ini SD Lebah Putih tidak menggunakan travel agen.
Mereka akan mencoba berbagai moda transportasi massal yang ada di Singapura, mulai dari MRT, LRT, dan Bus.
Hal ini bertujuan untuk memberikan pengalaman lebih kepada siswa-siswinya.
Maka dari itu sebulan sebelum edutrip tersebut, mereka sudah berlatih untuk berjalan lumayan jauh.
Mereka berlatih berjalan menempuh jarak mulai 2 km, 3 km dan bahkan lebih.
Kepala SD Lebah Putih, Muhammad Darojat Bayu Adi Nugroho, menyatakan hal ini untuk melatih ketahanan anak-anak ketika nanti di Singapura merekan berjalan dari satu halte ke halte yang lain, dari satu station ke station yang lain.
Menurut Kepala sekolah SD Lebah Putih Edutrip ada banyak hal yang ingin ditanamkan kepada para siswa diantaranya adalah bagaimana cara berinteraksi dengan orang di Negara asing, manajemen diri dalam perjalanan ( mengingat edutrip ini tanpa travel agen), tanpa orang tua dan hanya didampingi oleh dua orang guru.
"Para siswa harus saling menjaga dan mengingatkan antar teman, mencari makanan halal ketika jajan, mempelajari budaya Negara tetangga, dan yang pasti bonusnya mengunjungi tempat-tempat wisata iconic. Hardskill, softskill dan character building ditanamkan kepada para siswa melalui kegiatan ini, “, imbuhnya.
Bayu juga mengungkapkan bahwa tujuan edutrip ke Singapura dan Malaysia karena di sana terdapat wahana edukasi seperti Science Center Singapore.(sas/bas)
Baca Juga: Orang Tua Siswa Bilang Begini Soal Viral Study Tour Naik Pesawat SD Muhammadiyah Plus Salatiga
Editor : Baskoro Septiadi