Karoseri bisa dilihat dari bentuk bodi bus. Bagaimana interior dan eksteriornya. Variasi apa yang dipakai. Semua itu bisa dilihat dari sisi karoseri.
Sedangkan sasis (chassis) bus, itu menentukan kenyamanan. Misalnya suspensi yang nyaman saat melintas jalan berlubang. Kemudian chasis juga menentukan performa mesin dan kecepatan laju bis.
Ada banyak varian dan semua bergantung kepada pemilik bis. Dan salah satu sasis yang melegenda adalah Mercedes Benz OH 1830 sebagai top of the line produk Mercedes di Indonesia.
Dari beberapa sumber disebutkan jika Chasis ini mempunyai berat GWV sebesar 18 ton dengan tenaga 300 hp Ini adalah Chasis Premium.
Fitur andalan tersebut adalah mesin bertenaga besar, chassis space frame, dan air suspension built in yang nyaman.
Salah satu penggunanya adalah PO SAS 24 yang melayani trayek Jakarta - Wonogiri. PO ini belum lama beroperasi.
Salah satu armada SAS 24 dengan id Caesario memakai mercedes-benz O500R - 1830. Ditunjang dengan bodi jetbus dan kursi jumbo konfigurasi 2-1 menjadikan para penumpang makin manja.
Dekan, salah satu penumpang dari Jakarta, langsung tertidur pulas saat naik untuk pulang ke Salatiga. Bis melaju dengan cepat melahap tol Trans Jawa.
Keluar dari pool penjemputan penumpang jakarta sekira pukul 20.20, bus sudah sampai di Salatiga sekitar jam 03.00. (sas/bas)
Editor : Baskoro Septiadi