Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Komunitas Salatiga Running Buddies Tiap Rabu Night Run 5 Kilometer, Sabtu Piknik Run 10 Kilometer

Muhammad Iqbal Amar • Selasa, 1 Agustus 2023 | 16:46 WIB

Komunitas Salatiga Running Buddies selalu memanfaatkan pagi dan malam hari untuk olahraga lari.
Komunitas Salatiga Running Buddies selalu memanfaatkan pagi dan malam hari untuk olahraga lari.
  

RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Komunitas Salatiga Running Buddies (SRB) menjadi wadah bagi pemilik hobi olahraga lari. Anggota komunitas ini rutin melakukan olahraga lari pada pagi dan malam hari.

Komunitas ini terbentuk dari beragam usia. Kebanyakan dari orang-orang yang ingin masuk kedinasan, seperti tentara dan polisi. Setiap pagi, mereka kerap datang ke Lapangan Pancasila, Kota Salatiga. Apalagi pusat keramaian kota dingin salatiga ini setiap pagi selalu dipadati masyarakat yang hendak berolahraga.

Awalnya mereka setiap pagi bertemu, lari bersama, kenal, kumpul-kumpul, lalu berbincang. Kebiasaan bersama itulah yang menggerakkan setiap orang yang memiliki hobi sama ini membentuk sebuah komunitas. Semula sekadar mewadahi para penghobi lari dan berolahraga bersama. Termasuk, turut mengenalkan dan menguatkan Kota Salatiga sebagai kota pelari.

Lebih menarik lagi, olahraga lari dilakukan saat malam hari secara berjamaah. Mengitari jalanan kota. Menikmati udara malam yang sejuk di kota kedua tertoleran ini.

Siapapun boleh bergabung. Syaratnya tidak ribet. Hanya mau dan mampu berlari saja. Modal tersebut cukup untuk bergabung dan merasakan fun run yang dilaksanakan dua kali dalam seminggu.

"Setiap hari Rabu dilakukan night run sekitar 5 kilometer. Kalau Sabtu namanya piknik run sejauh 10 kilometer," kata salah satu anggota SRB Aditya Bagas Rangga.

Bukan sekedar lari, night run yang dilaksanakan SRB juga mengeksplor Kota Salatiga dengan beragam rute. Kebiasaan ini, ternyata sudah ada sebelum pandemi Covid-19. Penggemarnya mulai anak-anak hingga dewasa.

Bahkan dari luar kota pun ada. Selain itu, turis yang tinggal di Salatiga pun tertarik untuk nimbrung.

Komunitas night run, kata Rangga, lahir untuk mengubah mindset masyarakat bahwa lari itu tidak memberatkan, tapi menyenangkan. Bahkan bisa jadi lifestyle serta sosialisasi hidup sehat. Bisa bertemu lintas umur dan pekerjaan. Tidak memandang perbedaan, karena disatukan oleh visi sesama penghobi lari.

"Biasanya night run untuk melepas penat dari rutinitas pekerjaan sehari-hari juga," terangnya.

Kata Rangga, lari di malam hari lebih banyak peminatnya ketimbang pagi hari. Jadwal night run Rabu malam bisa diikuti lebih dari 50 orang. Sementara Sabtu pagi, hanya 25-an orang.

Di samping membangun rasa kekeluargaan melalui komunitas, anggota yang tergabung di SRB adalah pelari yang kerap berburu event. Seperti lari maraton hingga trail run.

Makanya antaranggota komunitas kerap saling berbagi tips lari dan ikut event bergengsi. "Jadi kalau ada komunitas, banyak keuntungannya ketika ikut event," terang Rangga.

Ketika melaksanakan night run, ada formasi yang dibentuk. Selain anggota yang berlari, satu orang berperan sebagai passer berlari paling depan.

Tugasnya memimpin rute lari. Sementara satu orang paling belakang bertugas sebagai sweeper. Ia bertanggung jawab ketika ada pelari yang larinya paling belakang.

"Jadi gabung ke kita tidak harus atlet. Semuanya bisa, misalkan ketinggalan ada sweeper yang menjaga," pungkasnya. (mia/ida)

Editor : Baskoro Septiadi
#lari #running #salatiga #Fun Run